Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Mahasiswa di Perguruan Tinggi



Mahasiswa, dimulai dari peristiwa di bulan Mei 1998, dimata sebagian masyarakat, terstigmakan sebagai biang kemacetan atau mungkin kerusuhan. Namun, saya anggap itu hanya dipandang dari pandangan permukaan masyarakat. Periode reformasi, hampir tiap hari kita menyaksikan demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di pelbagai media masa.
Aksi demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa pun tidak boleh dilihat permukaannya saja. Karena jika kita melihatnya pada permukaan maka yang akan timbul adalah seperti yang disebutkan diatas. Pikiran positif saya, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah petanda bahwa dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa adalah berdasarkan pengkajian atau bahkan penelitian yang baik dan melakukan pembelaan atas nasib buruk atau penderitaan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, disini dapat dilihat bahwa mahasiswa adalah sosok intelektual penyambung lidah rakyat! Ini juga dapat berarti bahwa aktivitas mahasiswa berlandaskan pada kesatuan antara ide yang kokoh dan gerak yang praktis-efektif. Mungkin, inilah yang dimaksudkan dengan ideologi mahasiswa?
Mahasiswa, oh Mahasiswa.
Kehidupan dunia semakin mengarahkan manusia untuk memenuhi hasratnya tanpa batas, tak terkecuali mahasiswa. Dalam kondisi atau kehidupan mahasiswa (di UPI khususnya), masyarakat begitu banyak mendapat tawaran untuk memenuhi hasrat  yang hadir dan berganti begitu cepat, baik yang berupa materi kongkrit ataupun hanya sesuatu berupa imajinasi yang dapat memenuhi kepuasan batin manusia dan tanpa kedalaman makna. Konser musik lebih ramai dibandingkan dengan pengkajian atau forum diskusi. Fetisisme pun menjangkit paradigma mahasiswanya, mereka berlomba-lomba mendapatkan nilai bagus tanpa mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dan pengaplikasian nilainya itu dalam lingkunganya, seminar-seminar ramai dikunjungi untuk mendapatkan sertifikatnya.
Banalitas pun merengguh ranah politik mahasiswa. Banalitas politik mahasiswa telah menciptakan ruang-ruang publik politik mahasiswa yang dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat permukaan, dangkal yang tidak konstruktif bagi pendidikan politik mahasiswa. Pengambilan keputusan dalam forum-forum musyawarah mahasiswa hanya untuk (ditingkat universitas, jika di Himas belum mengarah kesana) memenangkan kepentingan sebagai kelompok mahasiswa, hanya mengdandalkan kuantitas bukan kualitas. Aktifitas pergerakan mahasiswa pun terpaku kepada metode yang laiknya panggung pertunjukkan, tanpa dilihat atau direfleksikan efektif ataupun tidaknya.
 Budaya di kampus pun menyentuh aspek banalitas. Ruang-ruang kampus tidak ubahnya seperti yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang sebagai shop display. Disatu sisi mahasiswa didalamnya lebih senang menampilkan gaya bicara, gaya pakaian (mahasiswa tidak ubahnya dengan patung-patung di toko pakaian yang mempublikasikan model pakaian yang sedang popular), gaya handphone ketimbang mengejar pengetahuan dan mengaplikasikannya. Sedangkan di pihak lain, tenggelam dalam mengejar tugas, nilai, dan kelulusan, tetapi tidak punya waktu dan keinginan untuk bersosialisasi dan bergaul di dalam kehidupan nyata (sosial kampus, politik kampus ataupun bahkan spiritual).
 Perjuangan yang dilakukan dalam memperjuangkan nasib rakyat dan pendidikan pun hanya menjadi penanda tanpa refleksi petanda dan disikapi. Berkata memperjuangkan nasib rakyat tetapi masih bergaya hidup hedon. Membela pendidikan tetapi sekaligus tidak menghargai pendidikan, misalnya datang sangat telambat ketika perkuliahan, suka berkelahi dan mengandalkan pembawaan hewaaniah (otot, jumlah masa, pengumbar hasrat dalam gaya hidup) tanpa mengandalkan pembawaan manusiawi (nalar).
Lingkungan mahasiswa tidak ubahnya sebuah tempat isolasi, di satu pihak, untuk mencari nilai, gelar dan kelulusan; di pihak lain kepuasaan, keterpesonaan dan kesenangan, dan tidak punya waktu lagi untuk mengembangkan aspek-aspek kemanusiaan lainnya: intelektualitas, produktivitas, sosialitas. Entah disadari atau tidak oleh pelakunya. Di dalam mengonsumsi pengetahuan dan berbagai gaya hidup, ia menjadi mayoritas yang diam (the silent majorities), yang hanya dapat menyerap segala sesuatu, tanpa mampu menginternalisasikan dan memaknainya.

Re-definisi Mahasiswa
Kata orang, mahasiswa didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Unsur diferensia dari definisi ini terletak pada jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Jikapun ada pembeda yang lain pun hanya pada tugas-tugas pelajaran atau mata kuliah yang lebih banyak dari pada ketika di sekolah dasar atau menengah dan satu lagi yakni kebebasan yang dimiliki olehnya. Kebebasan ini mendorong lahirnya budaya banalitas dikampus. Budaya banalitas, pengumbar hasrat (terutama banalitas budaya) mengesampingkan penalaran dan pemaknaan yang dalam. Mahasiswa yang pada umumnya tinggal berjauhan dengan orang tuanya, membuat pengontrolan atas aktifitas mahasiswa berkurang atau bahkan tidak ada. Disini mahasiswa bisa saja dapat seperti seorang kerbau liar yang terlepas dari kandangnya. Pengumbaran hasrat yang miskin makna pun susah dikendalikan.
Berbagai macam teori yang didapatkan didalam perkuliahan hanya diresap tanpa dapat direfleksikan, dimaknai dan disikapi. Pemaknaan itupun dilakukan hanya ketika mendapatkan intruksi dari dosen, tugas misalnya. Jadi, teori-teori yang didapat hanyalah pengetahuan an sich, bahkan mahasiswa lebih mudah (meminjam istilah Foucault) didisiplinkan (misalnya oleh senior, dosen)
Definisi mahasiswa harus diubah atau didefinisikan kembali (re-definisi). Mahasiswa haruslah didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dan memiliki kesadaran. Kesadaran disini sangatlah penting. Kesadaran disini ditempatkan sebagai bagaimana mahasiswa tadi memperlakukan obyek yang telah dipahami selama menempuh pendidikan, terlebih untuk senjata atau alat pergerakan mahasiswa. Dengan demikian, tepatlah pendapat yang mengatakan  bahwa  mahasiswa dalam menyikapi segala sesuatu tidak dan bukan atas dasar solidaritas sesama mahasiswa, penghormatan pada senior yang kharismatis-feodalistik, dan keterpanggilan emosional tapi minim bingkai rasionalitas.

Urgensi Kaderisasi untuk Mewujudkan Tri Dharma PT
Kaderisasi adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Jadi, kaderisasi disini identik dengan pendidikan. Jika hendak membahas mengenai urgensi kaderisasi maka yang akan timbul dalam benak ialah mengenai kondisi-kondisi yang membuat kaderisasi memiliki arti penting didalamnya. Jadi disini perlu rumuskan terlebih dahulu tujuan atau harapan dan apa saja yang terjadi di lingkungan mahasiswa (khususnya anggota Himas).
Di pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa. Permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa ialah seperti; pemuasan hasrat yang penuh kedangkalan, fetisisme nilai; dalam ranah politik mahasiswa, mahasiswa lebih mementingkan kepentingan dibandingkan proses pengambilan keputusan, mitos gerakan; dalam bidang budaya kampus, mahasiswa terjerembab kedalam berbagai gaya yang miskin makna dan dilain pihak sibuk dalam mencari pengetahuan, nilai dan tak mampu lagi melakukan kritik, refleksi dan penyikapan atas semuanya dan ketidak terhubungan antara perjuangan dan gaya hidupnya.
Di lain pihak mahasiswa yang merupakan bagian dari lingkungan kampus atau perguruan tinggi memiliki tugas yang cukup berat, yakni mewujudkan tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pelayanan atau pengabdian pada masyarakat). Tri dharma perguruan tinggi tidak akan mungkin terwujudkan jika unsur-unsur dehumanisasi atau permasalahan yang telah disebutkan diatas tetap menjangkit mahasiswanya (dalam scope kecil) dan seluruh unsur didalamnya (dalam scope luas). Jadi, kaderisasi (sebagai proses) memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan dengan cara transofmasi nilai-nilai agar tri dharma perguruan tinggi dapat terwujud. Pemanusiaan manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu meningkatkan potensi yang dimilikinya (spiritual, intelektual dan moral). Jadi dengan sendirinya, dalam kaderisasi harus terdapat sebuah persiapan mahasiswa agar mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi (Proses dimana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan akan kemampuannya untuk merubah realitas itu)  dalam ranah pembebasan manusia (maksudnya ialah pembebasan dari dehumanisasi, dalam hal ini pendidikan), penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat.


Selain mempersiapkan mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, dalam kegiatan kaderisasi diperlukan sebuah kegiatan yang mencerminkan tri dharma perguruan tinggi. Konsekuensinya ialah dalam kaderisasi harus terdapat berbagai metode yang mampu merepresentasikan unsur-unsur tri dharma perguruan tinggi.

Wallahu A’lam Bishshawwâb

Disuntig dari berbagai sumber.

Jumat, 04 Mei 2012

My Name is Adi and I'm Not A Terrorist


Dear diary… (ceilah, so sweet beud) haha.
Emm.., gue lagi pengen sharing aja tentang pengalaman dari hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup gue (aseek). kemaren gue iseng-iseng buka folder koleksi foto pribadi dan akhirnya nemu beberapa foto yang lumayan berkesan buat gue. foto itu diambil pada waktu gue bersama sekitar dua puluh kawan satu kampus yang mewakili masing-masing jurusan dan fakultas menghadiri seminar umum Presiden Amerika serikat Barack  Obama di kampus Universitas Indonesia pada bulan November tahun 2010 silam.

Seperti yang kita ketahui segala hal mengenai presiden Negara Adidaya Amerika Serikat selalu menarik banyak perhatian dari dunia, termasuk Indonesia. Apalagi ketika tersiar kabar bahwa Obama bakalan berkunjung ke Indonesia. Sontak masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan hal tersebut. Ada yang merespon positif dan banyak pula yang memberikan respon negative. Terlebih presiden berkulit hitam itu isu-isunya mempunyai keterkaitan dan kedekatan pribadi dengan Indonesia. Karena Sejarah masa kecilnya yang  pernah tinggal di Indonesia serta memiliki ayah tiri seorang warga Negara Indonesia. Mungkin karenanya Obama dianggap seolah anak rantau yang hendak pulang kampung.  Tapi buat gue hal itu biasa-biasa aja, gak rasional banget dalam benak gue. toh dia Cuma seorang kepala Negara yang memang sudah menjadi kewajibannya untuk melaksanakan tugas Negara, salah satunya mengunjungi Negara-negara sahabat dan melakukan hubungan kerjasama antar kedua negara.
Gue juga mendengar berita bahwa selain mengadakan pertemuan dengan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan melakukan beberapa kerjasama, Obama juga akan menyampaikan pidato dalam seminar umum yang diadakan di kampus UI depok. Gue pikir Cuma orang-orang tertentu doang yang bisa mengikuti acara tersebut. Katanya sih beberapa kampus juga diundang, tapi kayanya gak mungkin deh kalo kampus gue. kalau pun iya, mungkin hanya orang-orang yayasan dan rektorat yang menghadiri acara itu.
Pada malam hari sebelum acara seminar umum itu, temen gue, Rian, ngasih kabar bahwa dia ditunjuk sama pihak rektorat untuk turut serta dalam acara itu. Dia juga bilang kalau masih ada satu kuota lagi karena ada satu orang yang batal ikut. Dia ngajak gue untuk ikut ke UI. Tanpa pikir panjang, gue langsung mengiyakan. Maka datanglah gue ke kampus setelah shubuh. Kami pun berkumpul. Banyak pula temen-temen yang gue kenal yang ikut serta dalam rombongan. Setelah semua didaftar dan dikasih kartu peserta seminar oleh pak Iwan, salah satu orang rektorat bidang kemahasiswaan, maka berangkatlah kami dari kampus kami tercinta, Unisma Bekasi menuju kampus UI Depok dengan menggunakan bis kampus.

Kamis, 19 April 2012

Self Concept

Istilah self concept atau manajemen diri sering kita dengar di dunia psikologi. Dalam teori tersebut kita diajak untuk mengetahui dan mengenal diri kita sendiri. Konsep itu menganalisa sejauh mana kita mengenal dan memperdalam sifat dan perilaku kita. Selain itu kita juga dapat mengetahui seperti apa penilaian orang lain terhadap kita.
Pada waktu acara Latihan Kepemimpinan Mahasiswa yang diadakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAWAN) bulan lalu, salah satu materi yang diberikan adalah self concept. Kebetulan kita mengundang kawan kita dari jurusan Psikologi untuk mengisi acara tersebut, yaitu Marina Ie-ie dan Ayu. Setelah menilai pribadi masing-masing, para peserta diminta untuk menilai sifat dari peserta-peserta yang lain. sebetulnya gue bukan termasuk peserta karena gue di Himawan udah jadi DPO. bukan Daftar Pencarian Orang, tapi Dewan Penasehat Organisasi. Senior lah istilahnya. Tapi gue ikut nimbrung disana karena gue tertarik dengan materi psikologi itu. Dan gue pun ikut menilai dan dinilai kawan-kawan satu jurusan yang kebanyakan adek kelas atau junior gue.
Setelah semua menilai, kemudian gue liat kertas penilaian gue. isinya seperti berikut:

Rabu, 21 Maret 2012

Photography in my eyes



Salah satu hobi gue yang membuat gue senang menjalani hidup ini adalah photografi. Gue sangat mencintai dunia potret memotret. Buat gue, photografi adalah sebuah apresiasi kekaguman kita terhadap suatu objek. Baik itu objek berupa benda mati, benda hidup, maupun kolaborasi diantara mereka.  Photografi juga sebuah karya seni yang memiliki nilai keindahan tersendiri. Melalui photografi kita juga dapat menyampaikan pesan yang tersirat didalammya. Selain itu photografi dapat berguna sebagai rekaman momen-momen kita yang telah kita lewati dalam hidup. Suatu rekaman jejak kehidupan yang akan kita kenang suatu saat kelak.

Gue gak tahu persis sejak kapan gue mulai jatuh cinta dengan dunia ini. yang pasti dulu gue nggak bisa dan nggak mau dengan yang namanya kegiatan berfoto. Pernah suatu ketika gue diminta untuk memotret teman-teman gue di pondok dengan kamera konvensionalyang masih menggunakan negative film sebagai media penyimpannya, dan hasilnya sangat mengecewakan. Temen-temen gue pada kecewa. Mungkin sejak saat itu muncul dalam diri gue untuk belajar photografi biar nggak ngecewain temen-temen gue lagi.

Setahun setelah kejadian itu gue udah selesai mondok dan kembali ke rumah. Kebetulan bokap gue punya sebuah kamera yang juga masih jadul. Gue mulai belajar dengan kamera itu. Ternyata memotret objek itu gak semudah apa yang gue pikirkan. Tapi juga gak susah-susah amat.  Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk belajar, ketelitian dan penjiwaan.

Beberapa bulan kemudian bokap gue membeli sebuah kamera digital merk Rollei tipe Da. Prego 6325. Kamera digital dengan 6.0 megapixel warna hitam keluaran pabrikan Jerman. Awalnya gue sangsi terhadap kemampuan kamera ini karena gue baru mendengar kamera dengan merk Rollei. Biasanya yang gue tau merk bagus itu Canon, Nikon, sony, atau merk alat elektronik terkenal lainnya. Tapi setelah gue mulai mencoba dan memakainya, ternyata bagus juga hasilnya. Pengaturannya pun nggak terlalu rumit dan manja seperti kamera-kamera ber merk hebat yang lainnya yang pernah gue coba. Mulai saat itu gue jadi sering foto-foto.

Minggu, 19 Februari 2012

BeBe oh Bebe


Kata orang sekarang ini jamannya teknologi informasi dan komunikasi. Gue akui hal itu memang benar karena melihat perkembangan dan kemajuan teknologi dibidang informasi dan komunikasi yang begitu pesat. Kebutuhan manusia akan alat komunikasi juga sangat urgent. Hape  misalnya. Dijaman sekarang ini hape sudah jadi barang primer. Hampir semua orang memiliki hape. Hape dengan segala bentuk dan mereknya sangat berguna untuk melakukan komunikasi dua arah. Bisa dengan pesan singkat atau SMS, maupun dengan panggilan telephone.

Hape juga tidak saja berguna untuk dua hal diatas, tapi sekarang ini banyak vendor hape yang memberikan spesifikasi yang lebih canggih lagi seperti MP3 player, video player, kamera, TV, internet, chatting 3G, bahkan Global Posessioning System (GPS) dan lain sebagainya. 

Namun fenomena yang terjadi sekarang ini sungguh mencengangkan. Sejak kehadiran Blackberry dari sebuah perusahaan komunikasi asal Kanada yaitu Research In Motion (RIM) semua orang berlomba-lomba untuk memiliki hape merk ini. semua orang dari yang tua sampai anak-anak bermimpi untuk mempunyai BB. Apalagi setelah harga BB mengalami penurunan, seakan BB adalah kebututuhan pokok yang harus dimiliki. Bahkan mengalahkan pentingnya membeli makanan pokok seperti beras. Semua orang telah terhipnotis dengan BB. Sepertinya BB merupakan pencapaian tertinggi sebuah perangkat komunikasi. BB adalah Dewa-nya hape. Diamana-mana orang memuja BB.

Memang sih dengan menggunakan BB kita dapat dimanjakan dengan kualitas koneksi yang cepat, hasil foto yang lumayan bagus, juga system poerasi yang mudah digunakan. Tidak ketinggalan fitur tambahan yaitu Blackberry Messenger atau biasa disebut BBM yang menghubungkan para pengguna BB untuk berkomunikasi layaknya chatting.  Inilah yang menjadi salah satu magnet penarik bagi orang-orang untuk menggunakan BB.

Kalau kita ketemu temen lama, yang ditanya adalah Pin BB, “eh minta Pin lu dong??” atau kalau nggak, dia yang ngasih Pin BB nya. “Invite gue yaa..”. jadi kalo lu baru ketemu dengan teman lama atau baru berkenalan dengan seseorang, jangan nanya; “nomer Hape lu berapa??” itu masih mending sih, atau; “nomer telepon rumah lu berapa?” balasan yang bakal lu terima adalah; “helloo, haree genee.. masih jaman teleponan??” apalagi kalo lu nanya;“ eh, nama friendster lu apa?” plis, jangan!. Kemudian di facebook juga sekarang bertebaran status yang pake fonts acak-acakan dan emoticon ala BB “ luna maya ♏άђ tu ada di sctv ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ...ƪ(˘⌣˘)┐ ” dan diakhirnya ada tulisan; via Blackberry. Ada logo nya juga.

BB juga menjadi salah satu biang kerok dari peningkatan kuantitas dan kualitas Narsisme manusia. Pasalnya, dengan fitur kamera yang lumayan mumpuni, pemilik BB yang tersebar di seluruh penjuru dunia menjadi sangat mudah untuk melakukan kegiatan pemotretan pribadi. Koneksi internet yang cepat dan fitur upload langsung ke facebook juga menjadikan mereka dengan mudahnya narsis di facebook. Bentar-bentar foto, upload ke facebook, baru bentar bentar foto lagi, upload, foto, upload. Terus begitu kegiatannya, sampai-sampai lagi tidur pun mengigau sedang berfoto sambil telunjuknya ditempelin di bibir yang dimonyong-monyongin.

Orang yang tadinya pinter juga jadi bego gara-gara BB. Gimana nggak, tadinya lagi serius belajar, BB nya bunyi; “cluk cluk” buru-buru diliatin, ketawa sendiri, ngetik, sending, taro lagi, belajar baru bentar udah bunyi lagi: “cluk cluk” baca, nangis, ngetik, sending, belaj.., cluk, marah, ngetik, bel.., cluk, pingsan, cluk, mati.! Ironis.

Pertama kali gue mencoba BB itu milik teman gue. Tipe nya storm. Ketika gue nulis status di facebook pake BB itu, ada temen gue yang kirim messege ke gue ”minta Pin lu dong”. Dan gue Cuma bales;”N5070”. Itu tipe hape gue, nokia 5070. Biar jadul tapi dia  setia menemani gue selama tiga tahun ini. dan karena gue tipe cowok yang setia, gak akan gue berpaling kelain hape. Kecuali kalau dia telah tiada.

Memang sekarang ini  jamannya teknologi komunikasi . jaman dimana trasportasi  informasi menjadi sangat penting bagi kehidupan kita. Tapi jangan salah arah. Jangan sampai kita diperbudak dengan teknologi. Kita adalah manusia. Makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah yang dianugerahi akal dan pikiran sehingga dapat melakukan segala hal termasuk menciptakan alat canggih bernama BB. Maka pergunakanlah alat komunikasimu sebaik mungkin. Jangan sampai mereka membuatmu menjadi mati. Mati dalam berprestasi, berkarya dan berbagi untuk sesama.

Hidup Dunia Tanpa BeBe..!
..“cluk-cluk”. Oops…!!, Heu..

Minggu, 12 Februari 2012

Mahasiswa Indonesia.


Helo epribadih. How are you, apa kabar, kumaha damang, piye kabare, ba’a kaba????
Sebenernya gue lagi bête. Gak mood ngapa-ngapain. mau tidur gak ngantuk, mau makan, gak laper. Liat laptop nganggur, gue nyalain, klik Ms. Word, mencet-mencet keyboard dan inilah yang terjadi:
Kalo ditanya tentang profesi gue sekarang, gue akan jawab; gue seorang mahasiswa. Bangga banget gue jadi salah satu manusia yang beruntung bisa merasakan bangku kuliah. Nggak semua orang bisa seberuntung ini. sebenarnya apa sih mahasiswa itu?, maka dari itu gue akan membahas itu. Cekidot..
Sepengetahuan gue, mahasiswa adalah orang yang sedang menuntut ilmu disebuah universitas, Institut, sekolah tinggi, dan sebagainya. Biasanya setelah mereka menyelesaikan Sekolah Menengah Atas ataupun Kejuruan. Manusia-manusia ini biasanya disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Mereka menjalani perkuliahan itu untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan mereka tentang suatu program studi yang akan ditekuninya. Kegiatan perkuliahan tersebut juga merupakan sebuah proses yang harus dijalani semua mahasiswa untuk mendapatakn gelar atau title sarjana.


Terdapat beberapa spesies mahasiswa di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.         Kupu-Kupu
Mahasiswa jenis ini sangat antusias pergi ke kampus demi menuntut ilmu dari dosen dengan harapan mendapatkan nilai yang bagus, IP tinggi dan lulus dengan cepat. Spesies ini biasanya punya sedikit teman di kampus, lebih individualis, tapi memang pinter. Kegiatan mereka dikampus hanya satu; kuliah. Setelah mengikuti perkuliahan, mereka langsung pulang. Maklum, harus belajar lagi mata kuliah yang baru diberikan dosen, atau mengerjakan tugas kalau ada. Makanya disebut kupu-kupu alias Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang.

2.         Kunang-Kunang
Agak hampir sama dengan spesies pertama tadi, spesies  ini juga biasanya rajin datang ke kampus walaupun tidak se rajin si kupu-kupu. Mereka mempunyai banyak kawan di kampus.

Senin, 09 Januari 2012

OMBUDSMAN RI DAN MULTISTAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

A.   Kualitas Pelayanan Publik di Indonesia
Kualitas pelayanan publik di Indonesia sampai sekarang ini masih menjadi sebuah ironi yang belum jua terselesaikan. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan sudah merupakan hal yang biasa di negeri ini tak ubahnya kebiasaan makan nasi. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pelayanan publik di Indonesia menjadi sebuah kesempatan emas bagi para biroktrat untuk menghisap habis apa yang mereka butuhkan dari masyarakat. Para pelayan publik atau bitokrat bukan lagi menjadi pamong praja sebagai pelayan masyarakat tapi justru menjadi pangreh praja yang minta dilayani masyarakat. Tentu saja jika keadaan ini di biarakan terus menerus birokrasi bukan saja dapat menghambat laju demokratisasi tapi juga menjadi sarang korupsi. Maka dari itu peningkatan kualitas pelayanan publik di negeri ini menjadi sebuah keharusan yang tak dapat ditawar lagi demi keberlangsungan Negara Indonesia dan tercapainya tujuan-tujuan Negara.

B.   Birokrasi dan Peran Masyarakat
Kebobrokan moral birokrat sudah menjadi rahasia umum di Indonesia sampai detik ini. Tingkat kebobrokannya sudah menjadikan sebagian kalangan masyarakat merasa mati rasa terhadap pelayanan publik. Baginya keberadaan dan ketidak berdaan pemerintah sudah tidak ada bedanya lagi. Pelayanan publik yang baik sudah merupakan barang langka dan mahal bagi masyarakat. Melihat hal tersebut mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan publik yang baik dan bersih sudah menjadi suatu keharusan demi tercapainya tujuan Negara. Dalam implementasinya pemerintah perlu dukungan dan pengawasan dari para stakeholder dalam hal ini masyarakat sebagai costumer juga sebagai pengawal terhadap jalannya roda pemerintahan karena dalam demokrasi kekuasaan dipegang oleh rakyat dan untuk rakyat.
Fungsi controlling masyarakat tersebut telah di dukung oleh pemerintah dengan Membentuk lembaga independen yang berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara termasuk BUMN, BUMD, BHMN, lembaga kementrian dan departemen, instansi pemerintah, serta lembaga swasta yang menyelenggarakan pelayanan publik yang sebagian atau seluruh anggarannya dibiayai oleh Negara. Lembaga tersebut diresmikan pada tanggal 9 september 2008 berdasarkan Undang-Undang nomor 37 tahun 2008. Lembaga tersebut bernama Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

C.   ORI dan Optimalisasi Jumlah Pelaporan Masyarakat
ORI berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara dan instansi pemerintahan terhadap dugaan  praktek Maladministrasi (kesalahan administrasi) Yaitu meliputi keputusan-keputusan atau tindakan pejabat publik yang ganjil (inappropriate), menyimpang (deviate), sewenang-wenang (arbitrary), melanggar ketentuan (irregular/illegitimate), penyalahgunaan kekuasaan (abuses of power), keterlambatan yang tidak perlu (undue delay) atau pelanggaran kepatutan (equity). ORI bekerja antara lain berdasarkan  laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi yang terjadi pada pelayanan publik, mengidentifikasi dan menindak kasus yang terbukti kebenarannya dengan hasil akhir dapat berupa teguran, sanksi bagi aparat yang bersalah sampai pada pemberhentian berdasarkan keputusan instansi tersebut. Selain itu ORI juga dapat melakukan penyelidikan atas prakarsa sendiri.

Rabu, 23 November 2011

PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NO. 6 TAHUN 2010 DAN KAITANNYA DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG



Kebijakan pemerintah  daerah Kota Bekasi yang menerbitkan peraturan daerah Kota  Bekasi tentang Perubahan Struktur Dinas  Tata Ruang yang diganti menjadi Dinas Tata Kota Kota bekasi terkesan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam  penerapannya, struktur organisasi dinas tata kota kota bekasi menghapus Bidang Pengelolaan Lahan yang berimplikasi pada hilangnya fungsi pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang pada pasal 29 ayat 2 disebutkan Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota. Dan pada kenyataannya yang terjadi di kota bekasi jauh panggang dari api. Jumlah area Ruang terbuka Hijau di Kota Bekasi masih sekitar 10 persen dari luas area kota.
Jika ditelaah, dalam visi-misi dinas tata kota kota bekasi baru-baru ini lebih menitikberatkan pada pembangunan kawasan perkotaan yang terkesan dapat memperburuk kelestarian lingkungan seperti pembangunan kawasan permukiman, pasar modern, apartemen, pusat perbelanjaan, dan sebagainya yang memang lebih berorientasi pada pendapatan daerah dan perekonomian juga investasi. Namun apakah adil membangun kota untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya sedangkan lingkungan hidup menjadi rusak?. Ironisnya dalam semboyan kota bekasi yaitu bekasi cerdas, bekasi sehat dan bekasi ihsan, ihsan disini mengandung arti Indah, Hijau, Sejuk, Aman dan Nyaman dapat diartikan sebagai keberadaan lingkungan hidup yang tertata baik dan dapat dinikmati masyarakat sebagai aplikasi dari pembangunan keberlanjutan berwawasan lingkungan.

Rabu, 18 Mei 2011

Sepuluh Negara Terpadat di Dunia

Sebagian besar di antara kita cukup beruntung untuk tinggal di negara dengan banyak ruang terbuka luas dan beberapa tetangga yang ramah. Tetapi ada beberapa negara yang sangat padat penduduknya. Ini adalah daftar sepuluh negara paling padat penduduknya di dunia...

1. Monaco
Monako adalah Negara yang paling padat penduduknya dan merupakan negara merdeka terkecil ke dua didunia,dengan jumlah penduduk hanya 32.410 dan luas 1,96 kilometer persegi (485 hektar).Monaco merupakan negara terkecil didunia berbahasa prancis.

2. Singapura
Singapura merupakan negara kepulauan yang dihuni terletak di ujung selatan Semenanjung Melayu.populer untuk tujuan pariwisata dan bisnis, Singapura juga merupakan salah satu negara terkaya di dunia karena sangat mengembangkan ekonomi. Singapura telah dinilai sebagai yang paling ramah-usaha perekonomian di dunia, dengan ribuan ekspatriat asing yang bekerja di perusahaan multi-nasional.ibuKota-negara juga mempekerjakan puluhan ribu asing Collared-pekerja dari seluruh dunia. Dengan total kepadatan penduduk lebih dari 6.300 orang per kilometer persegi, ia menempati urutan ke-2 di dunia.

3. Vatican City
Merupakan Daratan dalam kota Roma Italia dengan sekitar 44 hektar (108,7 hektar), Kota Vatikan adalah negara merdeka terkecil di dunia. Sebagai pusat agama Katolik, di kota-negara kecil ini hanya menampung sekitar 821 warga, namun karena kawasan yang kecil, ia adalah peringkat ke-3 di kepadatan penduduk.

4. Maladewa
Maladewa merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekelompok atolls terletak di Samudra Hindia. Maladewa mempunyai dua puluh enam atolls meliputi wilayah menampilkan 1192 islets, kira-kira dua ratus yang dihuni oleh masyarakat lokal. Menurut sensus 2006, ada 298.842 penduduk yang tinggal di kawasan total hanya 298 kilometer persegi,menempati posisi ke empat dalam kepadatan penduduk.

5. Bahrain
Bahrain merupakan batas wilayah negara pulau di Teluk Persia dan terkecil di bangsa Arab. Bahrain memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di wilayah Arab,menjadi kelebihan penduduk akibat imigrasi dan pekerja tamu dari seluruh dunia. Ada sekitar 987 orang per kilometer persegi di pulau kecil ini.

6. Bangladesh
Bangladesh adalah negara kecil yang terletak di Asia Selatan hampir dikelilingi oleh India. Bangladesh merupakan salah satu yang paling tinggi dan padat penduduk negara-negara di dunia. Dengan wilayah daratan 144.000 kilometer persegi (55.600 mil persegi), kepadatan penduduk luar biasa adalah fakta bahwa Rusia's seluruh populasi adalah sedikit lebih kecil daripada Bangladesh's.

7. Nauru.
Nauru adalah sebuah negara kepulauan di Pasifik Selatan Micronesian hanya meliputi 21 kilometer persegi, membuatnya menjadi negara kepulauan terkecil didunia,juga negara republik independen terkecil, dan satu-satunya negara republik di dunia tanpa modal resmi. Ada sekitar 13.048 penduduk yang tinggal di pulau kecil ini.

8. Taiwan
Taiwan adalah sebuah pulau di Asia Timur di lepas pantai daratan Cina. Setelah Perang Saudara China pada tahun 1949, Chiang Kai-shek dan sekitar 1,3 juta pengungsi melarikan diri ke daratan Cina membuat Republik Cina (ROC) di Taipei. Status politik Taiwan merupakan topik kontroversial, namun taiwan merupakan sebuah industri ekonomi, merupakan salah satu wealthiest dan paling padat penduduknya di negara-negara Asia.

9. Barbados
Terletak di timur Laut Karibia, Barbados independen merupakan negara kepulauan di barat Samudra Atlantik.merupakan negara tujuan wisata utama untuk rombongan wisatawan dari seluruh dunia. Barbados total luas areal lahan yang dimiliki sekitar 430 kilometer persegi, dan dengan salah satu standar hidup tertinggi dan buta aksara di seluruh dunia, memiliki penduduk relatif tinggi sekitar 279.000.

10. Malta
Malta adalah negara kecil dan padat merupakan negara kepulauan yang terdiri dari tujuh pulau-pulau di Laut Mediterania. Setelah bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004, negara ini telah dilihat peningkatan investasi dan kekuatan ekonomi. Populasi penduduk Malta,tahun 2005 diperkirakan 404.039 di Malta dan kepadatan penduduk dari 1.282 per kilometer, jauh tertinggi di Uni Eropa dan salah satu yang tertinggi di dunia.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/05/10-negara-berpenduduk-terpadat-didunia.html

Selasa, 17 Mei 2011

Sepuluh Istana Termegah di Dunia

Berikut ini adalah daftar Istana termegah yang ada di dunia. ada sepuluh istana yang termasuk disini. cekidot..


The Potala Palace, Lhasa, Tibet

Bangunan Momumen Termegah di Tibet
The Potala PalaceThe Potala Palace

Mont Saint-Michel, Normandy, Perancis

Kastil Abad Pertengahan di Pulau Kecil
Mont Saint-MichelMont Saint-Michel

Predjamski Castle, Slovenia

Terpadu di suatu Gua
Predjamski CastlePredjamski Castle

Neuschwanstein Castle, Jerman

Kastil Dongeng Klasik
Neuschwanstein CastleNeuschwanstein Castle

Matsumoto Castle, Nagano, Jepang

Kastil Paling Mengagumkan di Jepang
Matsumoto CastleMatsumoto Castle

Hunyad Castle, Romania

Dimana para Drakula menjadi Tahanan
Hunyad CastleHunyad Castle

Malbork Castle, Malbork, Polandia

Kastil Bertembok Batu Bata Terbesar di Dunia
Malbork CastleMalbork Castle

Palacio da Pena, Sintra, Portugal

Istana Tua Terinspirasi Romantisme Eropa
Palacio da PenaPalacio da Pena

Löwenburg Castle, Kassel, Jerman

Disneyland Abad ke-18
Löwenburg CastleLöwenburg Castle

Prague Castle, Prague, Ceko

Kastil Kuno Terbesar di Dunia
Prague CastlePrague Castle
sumber: http://tjiahendra.blog.binusian.org/2009/07/01/10-istana-termegah-dunia/