Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

Ciamis-Pangandaran Trip

Halo semuanya. Gue pengen share pengalaman Gue kemaren pas liburan ke Ciamis. Kebetulan temanya cocok dengan kontes blog dari Daihatsu. Jadi begini ceritanya. Suatu malam Gue di dikabarin temen-temen kampus bahwa mereka mau jalan-jalan ke Ciamis dan Pangandaran. Kebetulan Gue lagi pengen refreshing, Gue langsung mengiyakan. Ada tujuh orang yang juga ikut, yaitu Adit, Uco, Iqbal, Arya, Lukti, Aji dan Gue.
Waktu telah ditentukan, yaitu hari jumat tanggal 26 Oktober 2012, bertepatan dengan  hari raya idul Adha. Tadinya Gue sempat berniat ngebatalin keberangkatan karena mau pulang kampung, tapi akhirnya Gue memutuskan untuk ikut berpetualang bersama kawan-kawan Gue. tempat keberangkatan dari rumah Adit di tambun. Jam 3 sore Gue dateng di rumah Adit. Disana udah ada Lukti, Adit dan Arya. Tinggal nungggu Uco sama ibay. Setelah semuanya berkumpul, (kecuali Aji karena rumahnya jauh dan ada acara keluarga juga dirumahnya) maka berangkatlah kita dari tambun menuju cikarang buat jemput Aji. Seperti biasa, Lukti menyumbang kendaraan sekaligus jadi sopir. Gue baru tau kalo Lukti bawa mobil barunya, Daihatsu Terios keluaran 2011, warna hitam metalik. Ciamik banget!
 Selain kita bertujuh, ada dua orang lagi yang ikut, yaitu yoga dan bima yang tak lain adalah sepupunya Lukti dari Garut. Ceritanya dua hari yang lalu Lukti pergi ke Garut menghadiri acara keluarganya. Dan pulang ke Bekasi kemaren sore bawa dua bocah itu. Sekarang mereka mau balik lagi ke Garut.
  Dengan sembilan orang di mobil, kita nggak ngerasa sesak karena nyamannya interior Terios berpadu dengan akselerasi mesin yang mumpuni ditambah kualitas audio yang mantap dan  terdengar enak ditelinga. Music dari radio menemani perjalanan kami.  AC nya pun terasa dingin dan sejuk.

Lukti sang pengemudi
Memasuki wilayah Bandung hujan ringan turun mengiringi perjalanan kami. Tapi tak berlangsung lama, setelah melewati gerbang tol cileunyi hujan pun perlahan mereda. Setelah menempuh 3 jam perjalanan kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah rest area di daerah Dago, Bandung. Ngopi, ngemil dan tak lupa sholat ashar dan maghrib. Setelah semuanya siap, kami lanjutkan perjalanan lagi. Tujuan kami adalah Garut. Jarak dari Bandung ke Garut lumayan jauh.
Masih diiringi dengan canda tawa kami, mobil melaju menembus eksotisnya malam kota Bandung. Kilometer demi kilometer kita lewati sampai pada akhirnya menjumpai perbatasan Bandung dan Garut. Sepanjang jalan banyak banget yang menjual makanan khas pasundan khususnya derah Garut. Ada dodol Garut, peuyeum Bandung, ubi madu Cilembu, dan banyak lagi yang lainnya.
Tibalah kita dirumah bima. Disana kita masak mie instan. Waktu udah menunjukan jam 09.30 saat kita selesai makan. Abis solat isya, kita lanjut perjalanan menuju destinasi selanjutnya; Ciamis.
Setelah pamit sama keluarganya bima dan yoga, kita pun berangkat. Kali ini mobil terasa lebih leluasa dengan berkurangnnya personil petualang. Bocah juga lebih lepas becanda dan berkelakar. memasuki wilayah tasikmalaya, hujan deras mengguyur jalanan yang kami lewati. Malam semakin meninggi, gelap semakin gulita, kilat menyambar bersambut-sambutan, dingin menyelimuti malam tasikmalaya. Komplotan pemuda petualang terus melaju menembus malam tanah pasundan. Kami melewati jalanan berkelok dan menurun ditengah hujan deras. Muncul ke khawatiran Gue mengenai keselamatan kami. Tapi Gue sadar, Terios ini telah dirancang sebagai mobil penakluk segala medan. Sorotan lampu depan terasa mantap menerangi jalanan didepan kami. Rem dan ban yang tetap stabil meyakinkan Gue akan kelebihan mobil ini. ditambah dengan  kelihaian dan jam terbang sang pengemudi kita, Lukti, Gue cukup merasa tenang.  Gue nikmatin perjalanan ini dengan mendengarkan alunan lagu dari handphone Gue. Gue puter lagu sunda yang pas dengan perjalanan ini; Antara Bandung-Ciamis dari nining meida.
Hujan perlahan melambat dan berhenti saat kami memasuki daerah Ciamis kota. Tujuan kita adalah rumah neneknya Adit di kecamatan rancah. Jarak dari kota ke rancah lumayan jauh, sekitar satu jam perjalanan. Ketika akan memasuki daerah ci saga, hujan kembali mengguyur dengan lebatnya. Adit mengingatkan kami untuk berdoa karena daerah itu adalah daerah angker yang diyakini warga sekitar sebagai tempat berhantu. Disisi kanan terdapat perkebunan karet yang luas sementara disebelah kiri adalah jurang terjal. Jalanan berliku dan berkelok tajam. Konon ada sebuah rumah di dalam perkebunan karet tersebut yang mana disana dulu pernah terjadi tragedi pembantaian. Satu keluarga penghuni rumah itu dibunuh dan bekas darahnya masih terlihat hingga saat ini. entahlah. Suasana hening dan mencekam menyelimuti kita. Hanya suara petir yang terkadang memecah suasana.
suasana Cisaga. Uco (kiri) ketakutan :p

Setelah melewati daerah cisaga, lambat laun suasana kembali mencair. Kami melewatinya dengan selamat dan gak ada satu pun dari kami yang melihat penampakan. Musik dari mp3 player kembali diputar, lagu cheribelle menghibur kami setelah lalui masa-masa kelam. Semua kembali happy. Hujan kembali reda setelah memasuki daerah rancah. Tak lama kemudian kita sampai dirumah nenek nya Adit. Waktu sudah menunjukan jam 11.30. Akhirnya kami pun melepas lelah di sana. Gue tidur sekitar jam 12.00 iqbal dan Lukti udah duluan. Sementara yang lainnya masih bercanda sambil main kartu.
Gue bangun jam 5, cepet-cepet ngambil air wudlu, sholat shubuh. Hampir aja ketinggalan. Bocah masih pada tidur. Gorengan yang masih hangat udah tersaji. Gak lama kemudian Lukti juga bangun disusul Uco dan Adit. Ngeliat gorengan, Uco langsung menyambarnya. Goreng bakwan dan ulen khas sunda dengan cabe rawit ijo yang pedes. Mantap banget disantap di pagi yang dingin. Gue nambil ulen yang masih mengepul. rasanya yang gurih dengan tekstur yang lembut salah satu ciri khas ulen Ciamis. Gak kerasa gorengan dipiring udah tinggal sedikit lagi. Padahal Gue baru aja makan dua potong. Lukti juga sama. Sementara itu dengan lahapnya Uco makan tanpa merasa berdosa sedikitpun. Gue sama Lukti Cuma saling tatap terus geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan Uco.
Setelah semuanya bangun, kita disuruh mandi dan siap-siap ke tempat resepsi pernikahan bibinya Adit, Bi Lilis. Kita kenal Bi Lilis karena rumah Adit adalah tempat kumpul kita, dan Bi Lilis tinggal di rumah Adit. Dalam waktu setengah jam kita semua udah bersiap berangkat ke tempat resepsi. Jarak dari rumah neneknya Adit ke tempat resepsi sekitar satu kilometer. Kita datang ditempat sesaat sebelum akad nikah dimulai jadi sempat menyaksikan prosesi ijab Kabul Bi Lilis dan suaminya. 
tamu kondangan :)

Selesai menyaksikan akad, kita diajak ibunya Adit kedapur. Tau kalo anak-anak muda ini udah pada laper, kami dipersilahkan makan. Di meja makan udah tersaji berbagai hidangan ala hajatan dan masakan khas lebaran Qurban. Ada sate, rendang dan gulai. Ada juga masakan khas tanah pasundan. Semuanya spesal untuk menjamu kami, tamu istimewa dari Bekasi. Tentu saja Uco yang paling lahap makan. Gak heran kalo dia selalu jadi bahan tertawaan.
Gaya Uco lagi makan
Acara demi acara berjalan dengan lancar sampai pada acara photo bersama kedua mempelai. Setelah itu kita pamit sama keluarga Adit untuk berangkat lagi menuju tujuan kita selanjutnya yaitu Pangandaran.
Perjalanan dari rancah ke Pangandaran memakan waktu sekitar tiga jam. Melewati Ciamis, kota banjar dan kabupaten Pangandaran. Adit juga punya saudara sepupu di Pangandaran. Opha namanya. Kita udah janjian mau jalan bareng ke pantai, jadi kita kerumah Opha dulu di desa Cibenda. Dirumah Opha kita istirahat sebentar, sholat ashar trus lanjut ke pantai Pangandaran. Kali ini Opha yang nyetir. Kasian Lukti udah kecapean banget dari kemaren megang kemudi terus.
Jarak dari rumah Opha ke pantai sekitar 10 kilometer dan Opha memacu kendaraan dengan kecepatan yang lumayan tingggi. Mungkin udah hafal jalan dan dia merasa tertantang dengan mobil baru Lukti. Opha juga cerita tentang kehebatan Terios yang dia tahu dari temannya yang ikut serta dalam tim jelajah Terios 7 wonders. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi wisata di Indonesia khususnya pulau sumatera. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian Daihatsu terhadap potensi pariwisata Indonesia sekaligus sarana uji performa Daihatsu Terios dalam melewati medan yang penuh tantangan dan rintangan di sepanjang jalur sumatera.
Mobil terus melaju, menembus angin pantai yang bertiup kencang. Jalan yang kita lalui memang agak terjal karena Opha memilih jalur alternative biar kita nggak usah bayar tiket masuk kawasan pantai. Tanpa memperlambat kecepatan, Opha terus memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Walaupun kondisi jalan kurang baik, tapi kita tetap merasa nyaman. Inilah salah satu kehebatan Terios. Pantai selatan jawa barat terhampar disebelah kanan kami. Jendela dibuka sehingga kami bisa merasakan terpaan angin pantai yang sejuk.
Sampailah kami disebuah spot favorit Opha. Didepan hotel sandaan. Kami semua turun dari mobil dan berisap bermain bola di pantai. Suasana di pantai kali ini lumayan ramai tapi kami masih bisa bermain bola dengan leluasa. Setelah lelah bermain bola, kami pun berenang. bermain dengan ombak, bercanda bersama kawan dan alam. Keasyikan berenang kita hampir lupa sesi photo-photo. Tapi hal itu nggak mungkin terlewatkan.


Twibosy :D

asik main di pantai

Sisi Laut Pangandaran

Selesailah sudah acara main di pantai. Setelah mandi di pemandian umum kami kembali ke pantai dan menikmati keindahan sunset di Pangandaran sambil mengobrol santai diselingi alunan lagu regae dari handphone Arya. Malam menyelimuti pantai Pangandaran. Kami masih enggan meninggalkan pesona pantai selatan ini. akhirnya kebutuhan akan asupan makanan memaksa kami untuk berangkat pulang ke rumah Opha. Kami memutuskan untuk berhenti di sebuah kedai bakso dan mengganjal perut disana. Selanjutnya langsung menuju rumah Opha untuk istirahat.
Paginya, aroma wangi kopi susu membangunkan Gue dari lelap nya tidur. 8 gelas kopi susu dan sepiring biscuit telah tersaji di meja. Noni, adiknya Opha yang membuatkan kopi special ini untuk kami. Mojang pasundan yang manis dengan logat Ciamisan yang khas dipadu dengan keluguannya cukup lah membuat semua pemuda macam kami menyukainya. Terlebih lagi Lukti walaupun terkesan malu-malu. Segera Gue bangunin yang lainnya. Pagi di Cibenda kita habiskan dengan minum kopi dan bermain remi. Gue sama Aji bikin rujak mangga yang kami petik dari pekarangan rumah Opha. Rencananya siang itu kami akan berangkat lagi menuju pantai Batu hiu.   
Pukul 10 pagi anak-anak udah siap berangkat. Setelah makan, kami pun pergi ke batu hiu. Kali ini Opha nggak ikut karena ada keperluan lain. rumah Opha yang terletak di desa cibenda, cukup dekat dengan lokasi wisata batu hiu. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan, kita sampai di batu hiu. Disana kami menghabiskan waktu dengan makan rujak dan photo-photo. Tak terasa waktu udah menjelang siang dan kami pun kembali ke rumah Opha untuk persiapan pulang sore harinya.
keren banget kan kita?, wkwkwk

makan rujak

Kami dari: bebe Boys :D

kibarkan bendera kebanggaan

Sore itu pun kami pulang. Setelah berpamitan sama keluarga Opha kita pun berangkat. Kita nggak langsung pulang karena kali ini Noni minta diantar ke kosannya di tasik. Dia kuliah di Universitas negeri di Tasik. Sebelumnya kita belanja oleh-oleh dulu di pantai pangandaran.
Kami tiba di tasik jam 9 malam. setelah itu barulah kami pulang ke Bekasi. Jalur yang kami lalui melewati Garut, sumedang, Bandung. melewati jalur lingkar nagreg, kemudian masuk tol Cipularang. Jalanan macet total. Lukti mengantuk di jalan tol. Kami pun berinisiatif untuk berhenti di rest area. Waktu sudah subuh ketika kita sampai di rest area km 97. Setelah istirahat sejenak perjalanan kami lanjutkan kembali. Jalan tol masih macet parah. Kondisinya padat perayap. Dan akhirnya kemacetan terurai setelah memasuki wilayah kawawang. Singkat cerita tibalah kami di Bekasi ketika waktu menunjukan pukul 11.35 WIB.
Perjalanan yang amat sangat melelahkan namun penuh dengan pengalaman, kebahagiaan, keindahan, persahabatan, dan petualangan. Terimakasih kawan, terimakasih sahabat ku, juga sahabat kami, mobil sahabat petualang, Daihatsu Terios.

Rabu, 21 November 2012

Malam Minggu Gue


 Tentang kedodolan kita. Dua anak kost, mahasiswa semester atas. 

(pada suatu malam minggu di akhir bulan)

*chating*
Rian            : BT nih
Gue              : sama
Rian             : jalan yu
Gue              : kemana
Rian             : mall
Gue              : lu belanja apa?
Rian             : ngga, cuci mata aja
Gue              : aer banyak disini. Sabun ada. Ngapain jauh2
Rian             : et dah, liat2 cewe cakep gitu..
Gue              : oh. Oia cuy, breaking down part 2 udh rilis lho..
Rian             : nonton yuk????!!!
Gue              : itu pilem romantis dodol, masa kita nonton bedua. Itu jijik!
Rian             : oh iya. Ntar gue bareng cewe deh
Gue              : emang lu udah punya cewe?
Rian             : belom
Gue              : pffffhhh..
Rian             : Download aja kalo gitu.

Hening…

Beberapa saat kemudian..

*ngomong*
Rian             : udah makan belom lu?
Gue              : kalo udah, gue udah tidur dari tadi.
Rian             : beli indomi gih, gue masak nasi.
Gue              : duitnya?
Rian             : nge-bon dulu sama si ibu.
Gue              : *nepak jidat*

Krik..krik..krik..
Just for fun. :)

Jumat, 10 Agustus 2012

Selamat Jalan Pak Wahyu)


Sebenernya gue bingung harus mulai dari mana.
Langsung aja. Hari selasa malam, tanggal 7 Agustus kira-kira jam 9  temen gue Riana ngasih tau ada kabar duka. Pak wahyu, dosen FISIP Unisma, telah meninggal dunia. Mendengar kabar itu, Gue langsung lemes. Secepat itu Allah memanggil orang yang selama ini dikenal baik oleh mahasiswa  FISIP khususnya Administrasi Negara. Beliau merupakan tempat curahan hati anak-anak Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAWAN), jika kita sedang dalam masalah. Saran dan nasehat serta arahan beliau sangat banyak membantu dalam kemajuan organisasi kami. Beliau juga dapat dikatakan Kajur kedua di AN. Beliau selalu mendukung dan mengapresiasi kegiatan-kegiatan HIMAWAN. Bahkan yang tidak mendapatkan dukungan dari kajur kami.
Selama hidupnya ternyata beliau terus berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama ini. seorang aktivis yang vocal semasa kuliahnya. Tak hiraukan seberapa parah penyakitnya, beliau berhasil meyelesaikan studi S2 nya di UI. Dengan ilmunya beliau tak sungkan-sungkan untuk berbagi. Dengan kecerdasannya beliau merupakan sosok yang rendah hati dan bijaksana. Seorang pribadi yang sederhana dan bersahaja.
Segera gue berkoordinasi dengan kawan-kawan FISIP untuk melayat kerumah duka. Keesokan harinya berangkatlah kami dari kampus. Kawan-kawan konvoi dengan motor sedangkan gue ikut di mobil bersama mbak Nurul, mbak wilda dan septi. Karena jenazah sudah akan dikebumikan, kita nggak sempat ke rumah duka dan langsung ke TPU. Disana gue masih sempat melihat meliau untuk yang terakhir kalinya. Gak kuasa menahan rasa duka yang mendalam saat jenazahnya dikebumikan. Gue sapu bulir air mata yang menggelayut di ujung mata.
Masih teringat jelas dalam ingatan, pertanyaan terakhir beliau beberapa waktu lalu: “adi, kapan skripsi?” gue Cuma jawab: “insya Allah secepatnya Pak”. Tapi sampai sekarang gue masih membiarkan file BAB I gue teronggok di pojokan folder skripsi gue, tak tersentuh. Mungkin udah dipenuhi jaring laba-laba.
Selama ini dari sekian banyaknya orang-orang yang menyemangati, mendukung, mendorong, memotivasi, ataupun sekedar menanyakan, gak ada satu pun yang membuat gue bergeming. Gue akan selalu nyalahin otak gue yang belum mau diajak jalan, atau bayang-bayang masa lalu yang menghambat gue.
Sekarang gak ada lagi alasan. Gue nggak mau lagi kehilangan orang-orang baik yang gue kenal sebelum gue bisa menunjukan kepada mereka kesuksesan gue. minimal kesuksesan kecil gue yang bernama ‘Skripsi’.
Selamat jalan Pak, semoga engkau dan jasa baikmu diterima disisi-Nya,   Amiin..


Selasa, 03 Juli 2012

-o(Debat-debatan ala the Kuya's)o-


Minggu 27 mei kemaren gue menghadiri acara resepsi pernikahan temen satu jurusan gue, Wiwid. Gue berangkat bareng sama empat temen gue. Bujil, Ade, aji dan Yudi. Acaranya diadakan di balai pelatihan kesehatan Cikarang. Disana udah ada temen kita yang lain yaitu Gita dan denai. Udah lama kita nggak ketemu gita yang sekarang udah pindah kuliah.
Setelah melakukan prosesi salaman sama pengantin, kita ngobrol-ngobrol sambil menikmati hidangan. Moment kebersamaan yang mungkin tak akan lama lagi hanya tinggal kenangan. Kebersamaan persahabatan diakhir semester yang sangat indah. Mencoba mengenang masa-masa pertama kenalan, waktu-waktu yang dilalui bersama selama ini, serta kejadian-kejadian lucu yang menghiasi hidup kita dan tak kan pernah terlupakan.
Tapi akhirnya waktulah yang harus memisahkan kita.
Dari kondangan, kita berempat (Yudi pulang duluan.)  mampir dirumah ade yang letaknya nggak jauh dari tempat resepsi. Disana kita ngobrol banyak tentang hal-hal menarik untuk diperbincangkan. Kita  mempermasalahkan konsep pernihakan dan hadiah dalam pernikahan.
Ade: tadi amplopnya kok dimasukin ke kotak sih?
Aji: lah emang kaya gitu de di acara keren mah
Gue: emang biasanya giamana de?
Ade: harusnya kan dikasih sama pengantennya
Aji: itumah diakampung de, inikan acaranya orang kaya..
Bujil: bukan gitu juga kali. Mungkin adat istiadatnya beda. Kalo yang langsung itu adat betawi kali de?
Gue: perkembangan jaman. Dulu emang kaya gitu de, tapi sekarang udah beda.
Ade: kenapa harus ngikutin jaman? Itu kan budaya.
Aji: nggak, emang konsepnya beda antara acaranya orang menengah kebawah sama menengah keatas.
 Ade: pokonya gue taunya ngasih amplop itu langsung sama pengantennya. Kalo yang nikah temen kita.
Bujil: Terus kalo bukan temen kita ngapain kita dateng?

Jumat, 04 Mei 2012

My Name is Adi and I'm Not A Terrorist


Dear diary… (ceilah, so sweet beud) haha.
Emm.., gue lagi pengen sharing aja tentang pengalaman dari hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup gue (aseek). kemaren gue iseng-iseng buka folder koleksi foto pribadi dan akhirnya nemu beberapa foto yang lumayan berkesan buat gue. foto itu diambil pada waktu gue bersama sekitar dua puluh kawan satu kampus yang mewakili masing-masing jurusan dan fakultas menghadiri seminar umum Presiden Amerika serikat Barack  Obama di kampus Universitas Indonesia pada bulan November tahun 2010 silam.

Seperti yang kita ketahui segala hal mengenai presiden Negara Adidaya Amerika Serikat selalu menarik banyak perhatian dari dunia, termasuk Indonesia. Apalagi ketika tersiar kabar bahwa Obama bakalan berkunjung ke Indonesia. Sontak masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan hal tersebut. Ada yang merespon positif dan banyak pula yang memberikan respon negative. Terlebih presiden berkulit hitam itu isu-isunya mempunyai keterkaitan dan kedekatan pribadi dengan Indonesia. Karena Sejarah masa kecilnya yang  pernah tinggal di Indonesia serta memiliki ayah tiri seorang warga Negara Indonesia. Mungkin karenanya Obama dianggap seolah anak rantau yang hendak pulang kampung.  Tapi buat gue hal itu biasa-biasa aja, gak rasional banget dalam benak gue. toh dia Cuma seorang kepala Negara yang memang sudah menjadi kewajibannya untuk melaksanakan tugas Negara, salah satunya mengunjungi Negara-negara sahabat dan melakukan hubungan kerjasama antar kedua negara.
Gue juga mendengar berita bahwa selain mengadakan pertemuan dengan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan melakukan beberapa kerjasama, Obama juga akan menyampaikan pidato dalam seminar umum yang diadakan di kampus UI depok. Gue pikir Cuma orang-orang tertentu doang yang bisa mengikuti acara tersebut. Katanya sih beberapa kampus juga diundang, tapi kayanya gak mungkin deh kalo kampus gue. kalau pun iya, mungkin hanya orang-orang yayasan dan rektorat yang menghadiri acara itu.
Pada malam hari sebelum acara seminar umum itu, temen gue, Rian, ngasih kabar bahwa dia ditunjuk sama pihak rektorat untuk turut serta dalam acara itu. Dia juga bilang kalau masih ada satu kuota lagi karena ada satu orang yang batal ikut. Dia ngajak gue untuk ikut ke UI. Tanpa pikir panjang, gue langsung mengiyakan. Maka datanglah gue ke kampus setelah shubuh. Kami pun berkumpul. Banyak pula temen-temen yang gue kenal yang ikut serta dalam rombongan. Setelah semua didaftar dan dikasih kartu peserta seminar oleh pak Iwan, salah satu orang rektorat bidang kemahasiswaan, maka berangkatlah kami dari kampus kami tercinta, Unisma Bekasi menuju kampus UI Depok dengan menggunakan bis kampus.

Rabu, 02 Mei 2012

Dialog Dua Anak Kos Dodol ^,^


Malam itu, gue lagi maen ke kosan temen-temen gue. kosan itu terletak di jalan prambanan, perumahan bumi bekasi baru. Sebuah bangunan ruko dua lantai. Lantai pertama dipake buat tempat usaha, dan lantai kedua sebagai kontrakan. Di lantai itulah tempat kosan bocah-bocah itu. Ada dua kamar yang dihuni sama temen-temen gue dari berbagai fakultas tapi tetep satu kampus dengan gue.
Kebetulan pada saat itu Rian, temen gue satu fakutas lagi pengen ngobrol sama gue. dan seperti biasa kita menuju ke lantai tiga. sebuah lantai terbuka yang biasa dipakai buat jemur pakaian. Gak ada siapa-siapa disitu. Biasanya ada mas-mas tukang bangunan juga yang lagi ngadem disini. Diatas sini udaranya memang lumayan segar. Angin bertiup sepoi-sepoi, bulan yang hampir purnama menemani kami dimalam keren itu. Bintang bertebaran menghiasi langit malam kota Bekasi. Sesekali gemuruh mesin jet terdengar di kejauhan dengan  Kerlipan lampu pesawat yang melesat diatas sana. Secangkir kopi susu dan sebungkus kacang kulit setia temani kita.
Kami pun mengobrol kesana kemari. Mencoba menemukan arti dari kepingan kejadian yang kami alami. Mencari jawaban atas pertanyaan yang ada dalam hati. Maka timbulah percakapan yang konyol, sok pinter dan seadanya dari mulut kita berdua.
Gue berbaring diatas karpet yang kita bawa dari kamar. Dengan terlentang menatap hitamnya langit dan taburan bintang kemerlap. Terlantunlah syair indah..
‘Hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku..’

Rian: di, menurut lu..apa yang membuat seorang cowo harus memutuskan untuk mencintai seorang cewe?, menjatuhkan cintanya pada sebuah hati?
Gue: haha, tumben lu nanya kaya gitu?, falling in love  nih??
Rian: yey,  gue pengen nanya aja. Menurut lu gimana?

Jumat, 27 April 2012

SAY NO TO INFOTAINMENT



Kawan, nggak ada bosen-bosennya gue membahas masalah dunia entertainment. Seperti yang udah kita ketahui sbelumnya media masa di Indonesia sangat gemar dalam membicarakan dan mengorek-ngorek informasi tentang artis. Gak ada satu hari pun yang berlalu tanpa gossip dan isu tentang manusia yang kerjaannya di depan kamera. Sekecil apa pun masalah atau peristiwa yang dialami para selebritis pasti bakalan jadi topic bahasan dari para infotainment. Heran.
Demi mendapat penonton yang banyak dan rating tinggi, gak sedikit acara-acara gossip di tivi menayangkannya dengan sedikit dilebih-lebihkan. Mereka memang pandai dalam hal menarik simpati dan perhatian pemirsa yang sebagian besar adalah kaum perempuan. Kita tahu kalau wanita jauh lebih mudah terbawa emosi, dan di situlah titik lemahnya. Maka, dengan pembawaan acara gossip yang agak didramatisir kaum hawa pun terhanyut dalam pusaran emosi. Terlalu.
Gossip tentang selebritis Indonesia yang paling banyak menyedot perhatian adalah kisah asmara mereka. Kisah percintaan para artis seakan menjadi hal yang harus diketahui semua orang yang hidup di nusantara ini kalo nggak mau disebut kurang pergaulan. Dari mulai pe-de-ka-te, pacaran, putus, nyambung lagi atau jadian lagi sama artis yang lain, atau nikah, cerai, nikah lagi, cerai lagi, dan begitu seterusnya. Itu seolah udah menjadi bahan konsumsi publik. Tragis.
Gue mengamati akhir-akhir ini yang lagi nge-trend adalah kisah asmara antara Gading martin dan Gisele. Hampir nggak ada satu stasiun tivi pun yang nggak menyiarkan gossip mereka. Semua memberitakannya, berebutan mengundang dua sejoli itu untuk hadir dalam acara talk show, wawancara, acara music, dan lain-lain. semuanya berusaha mendapatkan informasi bagaimana proses mereka sampai akhirnya jadian, bagaimana mereka menjalani hari-harinya, sampai bagaimana rencana mereka kedepan. gue akan bilang: ‘Terus, penting gitu buat gue??’, nggak bro, sist, nggak. Ngapain mikirin mereka. Yaudah lah, mereka juga orang biasa kaya kita. Mereka mau jadian kek, mau putusan kek, itu urusan mereka. Trus, masalah gitu buat lu?? Nonsense.

Senin, 23 April 2012

Commuter Line


Sarana Transportasi umum terutama transportasi jalur darat di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya masih menuai banyak masalah dan kontroversi. Dari mulai armada yang kurang layak pakai, sarana jalan raya yang masih banyak kerusakan, kemacetan yang masih sulit diurai, sampai pada masalah moral dan pelecehan dalam angkutan umum.
Namun ada pula transportasi masal yang memiliki pelayanan yang baik seperti kereta api yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia. Salah satunya dengan program commuter line untuk rute Jabodetabek. Dengan rute  tersebut penumpang kereta api dapat bepergian dengan menggunakan kereta api dengan tempat duduk yang nyaman, full AC, gerbong khusus wanita, serta akses yang terbilang cepat.

Ada pengalaman unik gue dengan commuter line tersebut.
Ceritanya tanggal 27 maret kemarin gue diajak temen gue imron, buat nemenin dia beli laptop di harco mangga dua. Sebetulnya hari itu rencananya mahasiswa akan mengadakan demo besar-besaran untuk memprotes kebijakan pemerintah yang berencana akan menaikan harga BBM di Jakarta khususnya Istana Negara. Gue sama imron juga sebenernya diajak kawan-kawan lain demo, tapi kita berpendapat bahwa udah nggak jaman lagi ikut begituan. Lagian demonstrasi seperti itu biasanya  berujung  dengan bentrok dan anarkisme mahasiswa yang notabene insan intelektual. Nggak substansial. Memang sih, untuk dapat didengar pemerintah, aspirasi dan tuntutan masyarakat kadang mesti dilakukan dengan cara yang lebih keras. Pemerintah sekarang juga terkesan terlalu “kotor” dalam menjalankan roda pemerintahan. Banyak terdapat politisasi dan kepentingan kelompok yang terselubung yang terdapat dalam setiap kebijakan. Gue bukannya nggak setuju dengan apa yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM tersebut, hanya saja gue kurang simpatik jika aksi tersebut berakhir dengan anarkis.

Senin, 30 Januari 2012

Beyond Competition

Gue tertegun saat membaca status gue di facebook yang bunyinya ” bukan masalah menang atau kalah, yang penting adalah sportifitas, perjuangan,  kebersamaan, dan canda tawa kalian kawan”.

Status itu gue tulis saat tim Futsal Hima jurusan gue gagal melaju ke babak perempat final kompetisi Adm UI cup yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Indonesia. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 24 sampai 28 Januari 2012 di GOR Ciracas Jakarta Timur. Terdapat 12  tim dari berbagai Perguruan Tinggi di pulau Jawa yang mengikuti turnamen tersebut. Dalam turnamen tersebut kita dikalahkan oleh Unsoed 1-7 dan Undip 0-8. Nyesek juga sih menyadari hal tersebut. Tapi dari kejadian itu semua kita mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga dan hikmah yang bisa kita jadikan  pelajaran dikemudian hari.

Perjalanan kita menuju turnamen itu pun sangat berat dan penuh dengan halangan juga rintangan. Mulai dari persiapan skuad tim yang mendadak, kepanitiaan yang kurang koordinasi, dana yang minim juga situasi dan kondisi lain yang tidak diharapkan yang hampir menggagalkan impian kita. Tapi dengan tekad dan kemauan keras juga kerjasama dari semua anggota Himawan akhirnya tercapai juga impian kami untuk tampil di pentas olahraga antar Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara se Jawa-Bali tersebut. kalo kata Agung; 'yang penting Unisma tertera di papan skor'. 

Dengan adanya kegiatan itu juga kami Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Unisma Bekasi menjadi tambah solid, kompak, loyal dan komitmen dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan jurusan kami tercinta ini. terimakasih kawan-kawan semua atas partisipasinya, telah mengorbankan waktu, biaya, tenaga dan pikirannya demi HIMAWAN. Tak lupa kami ucapkan terimakasih  kepada seluruh pihak yang turut mendukung kami baik yang langsung maupun yang tidak langsung .

Tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. Jangan patah semangat, terus bermimpi, berikan yang terbaik.  Salam Negarawan!







Jumat, 16 Desember 2011

Dodolnya Anak Pondok #1 : Alex

Gue masih inget waktu itu hari pertama gue mondok di PPSB. Siang itu waktu gue nunggu komat  sholat duhur di mesjid pondok ada ‘seonggok’ manusia tiba-tiba duduk di samping kanan gue. pas gue nengok, gue kaget, ada ronaldinho mondok disini juga!. Ternyata bukan cuy, cuma mulutnya doang sih yang mirip. Agak takut juga sih gue kalo tiba-tiba dia ngigit bahaya, bisa-bisa gue kena rabies. Tapi diluar dugaan dengan ramahnya dia langsung ngajak ngobrol gue.
 “lo anak baru ya?” Tanya dia.
“iya” jawab gue agak takut.
“sama dong, gue baru masuk kelas satu SMA. Lu?”
 “sama gue juga SMA”.
“wah kebetulan dong, eh lu dari mana?”,
 “ gue dari Banten, kalo lu?”
 “wah jago silat dong, gue sih dari jaksel. oia nama lu siapa?”
 ”Adi dong, eh, sori..”.
 “nama gue mujahidin, lu bisa panggil gue muja, oia lu udah tau belum ntar abis dzuhur ada solat mayit lho, tadi ada yang meninggal, anak bayi. Mau di solatin disini, trus ntar dikuburnya di kuburan deket sekolahan kita, mau ikut ga lu sekalian liat-liat sekolahan?”
 “ga tau deh, gue mau kerumah sodara gue dulu abis dzuhur”
“berarti lu ga ikut kekuburan dong?”
(bodo ah, dong..)
Itu perkenalan pertama gue dengan Alex dan dialah makhluk yang pertama gue kenal di pondok ini.
Mungkin lu pada bertanya-tanya gimana sejarahnya seorang yang bernama mujahidin bisa dipanggil alex. Begini ceritanya. Pada suatu sore, kira-kira seminggu gue dipondok, gue jalan-jalan sore keliling pondok bareng alex dan yogas. Ketika kita melewati pinggir lapangan yang juga berdekatan dengan asrama putri, kita berpapasan dengan dua orang  cewek, si alex dengan jantannya menyapa mereka