Tampilkan postingan dengan label mantap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mantap. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Peran Mahasiswa di Perguruan Tinggi



Mahasiswa, dimulai dari peristiwa di bulan Mei 1998, dimata sebagian masyarakat, terstigmakan sebagai biang kemacetan atau mungkin kerusuhan. Namun, saya anggap itu hanya dipandang dari pandangan permukaan masyarakat. Periode reformasi, hampir tiap hari kita menyaksikan demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di pelbagai media masa.
Aksi demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa pun tidak boleh dilihat permukaannya saja. Karena jika kita melihatnya pada permukaan maka yang akan timbul adalah seperti yang disebutkan diatas. Pikiran positif saya, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah petanda bahwa dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa adalah berdasarkan pengkajian atau bahkan penelitian yang baik dan melakukan pembelaan atas nasib buruk atau penderitaan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, disini dapat dilihat bahwa mahasiswa adalah sosok intelektual penyambung lidah rakyat! Ini juga dapat berarti bahwa aktivitas mahasiswa berlandaskan pada kesatuan antara ide yang kokoh dan gerak yang praktis-efektif. Mungkin, inilah yang dimaksudkan dengan ideologi mahasiswa?
Mahasiswa, oh Mahasiswa.
Kehidupan dunia semakin mengarahkan manusia untuk memenuhi hasratnya tanpa batas, tak terkecuali mahasiswa. Dalam kondisi atau kehidupan mahasiswa (di UPI khususnya), masyarakat begitu banyak mendapat tawaran untuk memenuhi hasrat  yang hadir dan berganti begitu cepat, baik yang berupa materi kongkrit ataupun hanya sesuatu berupa imajinasi yang dapat memenuhi kepuasan batin manusia dan tanpa kedalaman makna. Konser musik lebih ramai dibandingkan dengan pengkajian atau forum diskusi. Fetisisme pun menjangkit paradigma mahasiswanya, mereka berlomba-lomba mendapatkan nilai bagus tanpa mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dan pengaplikasian nilainya itu dalam lingkunganya, seminar-seminar ramai dikunjungi untuk mendapatkan sertifikatnya.
Banalitas pun merengguh ranah politik mahasiswa. Banalitas politik mahasiswa telah menciptakan ruang-ruang publik politik mahasiswa yang dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat permukaan, dangkal yang tidak konstruktif bagi pendidikan politik mahasiswa. Pengambilan keputusan dalam forum-forum musyawarah mahasiswa hanya untuk (ditingkat universitas, jika di Himas belum mengarah kesana) memenangkan kepentingan sebagai kelompok mahasiswa, hanya mengdandalkan kuantitas bukan kualitas. Aktifitas pergerakan mahasiswa pun terpaku kepada metode yang laiknya panggung pertunjukkan, tanpa dilihat atau direfleksikan efektif ataupun tidaknya.
 Budaya di kampus pun menyentuh aspek banalitas. Ruang-ruang kampus tidak ubahnya seperti yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang sebagai shop display. Disatu sisi mahasiswa didalamnya lebih senang menampilkan gaya bicara, gaya pakaian (mahasiswa tidak ubahnya dengan patung-patung di toko pakaian yang mempublikasikan model pakaian yang sedang popular), gaya handphone ketimbang mengejar pengetahuan dan mengaplikasikannya. Sedangkan di pihak lain, tenggelam dalam mengejar tugas, nilai, dan kelulusan, tetapi tidak punya waktu dan keinginan untuk bersosialisasi dan bergaul di dalam kehidupan nyata (sosial kampus, politik kampus ataupun bahkan spiritual).
 Perjuangan yang dilakukan dalam memperjuangkan nasib rakyat dan pendidikan pun hanya menjadi penanda tanpa refleksi petanda dan disikapi. Berkata memperjuangkan nasib rakyat tetapi masih bergaya hidup hedon. Membela pendidikan tetapi sekaligus tidak menghargai pendidikan, misalnya datang sangat telambat ketika perkuliahan, suka berkelahi dan mengandalkan pembawaan hewaaniah (otot, jumlah masa, pengumbar hasrat dalam gaya hidup) tanpa mengandalkan pembawaan manusiawi (nalar).
Lingkungan mahasiswa tidak ubahnya sebuah tempat isolasi, di satu pihak, untuk mencari nilai, gelar dan kelulusan; di pihak lain kepuasaan, keterpesonaan dan kesenangan, dan tidak punya waktu lagi untuk mengembangkan aspek-aspek kemanusiaan lainnya: intelektualitas, produktivitas, sosialitas. Entah disadari atau tidak oleh pelakunya. Di dalam mengonsumsi pengetahuan dan berbagai gaya hidup, ia menjadi mayoritas yang diam (the silent majorities), yang hanya dapat menyerap segala sesuatu, tanpa mampu menginternalisasikan dan memaknainya.

Re-definisi Mahasiswa
Kata orang, mahasiswa didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Unsur diferensia dari definisi ini terletak pada jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Jikapun ada pembeda yang lain pun hanya pada tugas-tugas pelajaran atau mata kuliah yang lebih banyak dari pada ketika di sekolah dasar atau menengah dan satu lagi yakni kebebasan yang dimiliki olehnya. Kebebasan ini mendorong lahirnya budaya banalitas dikampus. Budaya banalitas, pengumbar hasrat (terutama banalitas budaya) mengesampingkan penalaran dan pemaknaan yang dalam. Mahasiswa yang pada umumnya tinggal berjauhan dengan orang tuanya, membuat pengontrolan atas aktifitas mahasiswa berkurang atau bahkan tidak ada. Disini mahasiswa bisa saja dapat seperti seorang kerbau liar yang terlepas dari kandangnya. Pengumbaran hasrat yang miskin makna pun susah dikendalikan.
Berbagai macam teori yang didapatkan didalam perkuliahan hanya diresap tanpa dapat direfleksikan, dimaknai dan disikapi. Pemaknaan itupun dilakukan hanya ketika mendapatkan intruksi dari dosen, tugas misalnya. Jadi, teori-teori yang didapat hanyalah pengetahuan an sich, bahkan mahasiswa lebih mudah (meminjam istilah Foucault) didisiplinkan (misalnya oleh senior, dosen)
Definisi mahasiswa harus diubah atau didefinisikan kembali (re-definisi). Mahasiswa haruslah didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dan memiliki kesadaran. Kesadaran disini sangatlah penting. Kesadaran disini ditempatkan sebagai bagaimana mahasiswa tadi memperlakukan obyek yang telah dipahami selama menempuh pendidikan, terlebih untuk senjata atau alat pergerakan mahasiswa. Dengan demikian, tepatlah pendapat yang mengatakan  bahwa  mahasiswa dalam menyikapi segala sesuatu tidak dan bukan atas dasar solidaritas sesama mahasiswa, penghormatan pada senior yang kharismatis-feodalistik, dan keterpanggilan emosional tapi minim bingkai rasionalitas.

Urgensi Kaderisasi untuk Mewujudkan Tri Dharma PT
Kaderisasi adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Jadi, kaderisasi disini identik dengan pendidikan. Jika hendak membahas mengenai urgensi kaderisasi maka yang akan timbul dalam benak ialah mengenai kondisi-kondisi yang membuat kaderisasi memiliki arti penting didalamnya. Jadi disini perlu rumuskan terlebih dahulu tujuan atau harapan dan apa saja yang terjadi di lingkungan mahasiswa (khususnya anggota Himas).
Di pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa. Permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa ialah seperti; pemuasan hasrat yang penuh kedangkalan, fetisisme nilai; dalam ranah politik mahasiswa, mahasiswa lebih mementingkan kepentingan dibandingkan proses pengambilan keputusan, mitos gerakan; dalam bidang budaya kampus, mahasiswa terjerembab kedalam berbagai gaya yang miskin makna dan dilain pihak sibuk dalam mencari pengetahuan, nilai dan tak mampu lagi melakukan kritik, refleksi dan penyikapan atas semuanya dan ketidak terhubungan antara perjuangan dan gaya hidupnya.
Di lain pihak mahasiswa yang merupakan bagian dari lingkungan kampus atau perguruan tinggi memiliki tugas yang cukup berat, yakni mewujudkan tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pelayanan atau pengabdian pada masyarakat). Tri dharma perguruan tinggi tidak akan mungkin terwujudkan jika unsur-unsur dehumanisasi atau permasalahan yang telah disebutkan diatas tetap menjangkit mahasiswanya (dalam scope kecil) dan seluruh unsur didalamnya (dalam scope luas). Jadi, kaderisasi (sebagai proses) memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan dengan cara transofmasi nilai-nilai agar tri dharma perguruan tinggi dapat terwujud. Pemanusiaan manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu meningkatkan potensi yang dimilikinya (spiritual, intelektual dan moral). Jadi dengan sendirinya, dalam kaderisasi harus terdapat sebuah persiapan mahasiswa agar mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi (Proses dimana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan akan kemampuannya untuk merubah realitas itu)  dalam ranah pembebasan manusia (maksudnya ialah pembebasan dari dehumanisasi, dalam hal ini pendidikan), penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat.


Selain mempersiapkan mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, dalam kegiatan kaderisasi diperlukan sebuah kegiatan yang mencerminkan tri dharma perguruan tinggi. Konsekuensinya ialah dalam kaderisasi harus terdapat berbagai metode yang mampu merepresentasikan unsur-unsur tri dharma perguruan tinggi.

Wallahu A’lam Bishshawwâb

Disuntig dari berbagai sumber.

Rabu, 23 Mei 2012

Belajar Gitar bareng Giselle -,-‘


Lagi blank, otak susah buat dibawa serius. Ambil gitar, buka buku music, petik senar. Ngasah lmu baru yang gue pelajari kira-kira sebulan yang lalu. Pilih lagu mellow yang lagi nge-hits. Pas pula dihati, heu. Cekidot..
Last Child – Seluruh Nafas Ini [Feat Giselle]

Intro: C G Am G F
Am                  F
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
C                       G
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Am                 F
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
C                     G
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Em      F          G
Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Em       F          G
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Senin, 14 Mei 2012

Study Tour

sekedar posting sebuah postingan dari blog lama gue.  udah lama banget nih, sekitar 3 tahun yang lalu. gaya bahasanya beda sama yang sekarang.oke, cekidot..

Hari itu, kamis 25 Juni 2009, pagi yang cerah dan mentari tersenyum menyapaku. Aku tiba di kampus setelah 10 menit berjalan kaki dari kost-an ku. Didepan gedung fisip sudah ada beberapa orang yang berkumpul. Satu buah bis juga sedang menunggu kedatangan para mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Administrasi Negara yang akan pergi ke Gedung Arsip Nasional dan Museum Fatahilah di Jakarta. Ya, hari ini kami akan study tour untuk memperdalam ilmu dalam mata kuliah Sejarah Pemerintahan Indonesia. Aku pun berbaur dengan teman-temanku yang sudah duluan datang. Kami menunggu anak-anak yang belum datang sambil mengobrol. Beberapa menit kemudian satu persatu mereka berdatangan sampai semuanya telah datang. Upacara pelepasan dilaksanakan dengan sederhana yang di pimpim oleh Dekan Fisip Bapak Aos Koswandi untuk memberikan sedikit pesan dan wejangan kepada anak didiknya sebelum meninggalkan kampus. Kami pergi bersama dosen pembimbing kami yaitu Ibu Eni dan Pak Andi.
Kami pun naik kedalam bis yang berisikan kurang lebih 30 kursi, lengkap dengan pendingin ruangan serta satu buah televisi. Bis yang merupakan milik universitas ini terbilang masih sangat baik kondisinya serta nyaman. dan sesaat kemudian berangkatlah rombongan kami meninggalkan kampus Unisma Bekasi. Dalam perjalanan kami saling bercanda, berbagi cerita, ada juga yang tidur, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.

Jumat, 04 Mei 2012

My Name is Adi and I'm Not A Terrorist


Dear diary… (ceilah, so sweet beud) haha.
Emm.., gue lagi pengen sharing aja tentang pengalaman dari hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup gue (aseek). kemaren gue iseng-iseng buka folder koleksi foto pribadi dan akhirnya nemu beberapa foto yang lumayan berkesan buat gue. foto itu diambil pada waktu gue bersama sekitar dua puluh kawan satu kampus yang mewakili masing-masing jurusan dan fakultas menghadiri seminar umum Presiden Amerika serikat Barack  Obama di kampus Universitas Indonesia pada bulan November tahun 2010 silam.

Seperti yang kita ketahui segala hal mengenai presiden Negara Adidaya Amerika Serikat selalu menarik banyak perhatian dari dunia, termasuk Indonesia. Apalagi ketika tersiar kabar bahwa Obama bakalan berkunjung ke Indonesia. Sontak masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan hal tersebut. Ada yang merespon positif dan banyak pula yang memberikan respon negative. Terlebih presiden berkulit hitam itu isu-isunya mempunyai keterkaitan dan kedekatan pribadi dengan Indonesia. Karena Sejarah masa kecilnya yang  pernah tinggal di Indonesia serta memiliki ayah tiri seorang warga Negara Indonesia. Mungkin karenanya Obama dianggap seolah anak rantau yang hendak pulang kampung.  Tapi buat gue hal itu biasa-biasa aja, gak rasional banget dalam benak gue. toh dia Cuma seorang kepala Negara yang memang sudah menjadi kewajibannya untuk melaksanakan tugas Negara, salah satunya mengunjungi Negara-negara sahabat dan melakukan hubungan kerjasama antar kedua negara.
Gue juga mendengar berita bahwa selain mengadakan pertemuan dengan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan melakukan beberapa kerjasama, Obama juga akan menyampaikan pidato dalam seminar umum yang diadakan di kampus UI depok. Gue pikir Cuma orang-orang tertentu doang yang bisa mengikuti acara tersebut. Katanya sih beberapa kampus juga diundang, tapi kayanya gak mungkin deh kalo kampus gue. kalau pun iya, mungkin hanya orang-orang yayasan dan rektorat yang menghadiri acara itu.
Pada malam hari sebelum acara seminar umum itu, temen gue, Rian, ngasih kabar bahwa dia ditunjuk sama pihak rektorat untuk turut serta dalam acara itu. Dia juga bilang kalau masih ada satu kuota lagi karena ada satu orang yang batal ikut. Dia ngajak gue untuk ikut ke UI. Tanpa pikir panjang, gue langsung mengiyakan. Maka datanglah gue ke kampus setelah shubuh. Kami pun berkumpul. Banyak pula temen-temen yang gue kenal yang ikut serta dalam rombongan. Setelah semua didaftar dan dikasih kartu peserta seminar oleh pak Iwan, salah satu orang rektorat bidang kemahasiswaan, maka berangkatlah kami dari kampus kami tercinta, Unisma Bekasi menuju kampus UI Depok dengan menggunakan bis kampus.

Jumat, 27 April 2012

SAY NO TO INFOTAINMENT



Kawan, nggak ada bosen-bosennya gue membahas masalah dunia entertainment. Seperti yang udah kita ketahui sbelumnya media masa di Indonesia sangat gemar dalam membicarakan dan mengorek-ngorek informasi tentang artis. Gak ada satu hari pun yang berlalu tanpa gossip dan isu tentang manusia yang kerjaannya di depan kamera. Sekecil apa pun masalah atau peristiwa yang dialami para selebritis pasti bakalan jadi topic bahasan dari para infotainment. Heran.
Demi mendapat penonton yang banyak dan rating tinggi, gak sedikit acara-acara gossip di tivi menayangkannya dengan sedikit dilebih-lebihkan. Mereka memang pandai dalam hal menarik simpati dan perhatian pemirsa yang sebagian besar adalah kaum perempuan. Kita tahu kalau wanita jauh lebih mudah terbawa emosi, dan di situlah titik lemahnya. Maka, dengan pembawaan acara gossip yang agak didramatisir kaum hawa pun terhanyut dalam pusaran emosi. Terlalu.
Gossip tentang selebritis Indonesia yang paling banyak menyedot perhatian adalah kisah asmara mereka. Kisah percintaan para artis seakan menjadi hal yang harus diketahui semua orang yang hidup di nusantara ini kalo nggak mau disebut kurang pergaulan. Dari mulai pe-de-ka-te, pacaran, putus, nyambung lagi atau jadian lagi sama artis yang lain, atau nikah, cerai, nikah lagi, cerai lagi, dan begitu seterusnya. Itu seolah udah menjadi bahan konsumsi publik. Tragis.
Gue mengamati akhir-akhir ini yang lagi nge-trend adalah kisah asmara antara Gading martin dan Gisele. Hampir nggak ada satu stasiun tivi pun yang nggak menyiarkan gossip mereka. Semua memberitakannya, berebutan mengundang dua sejoli itu untuk hadir dalam acara talk show, wawancara, acara music, dan lain-lain. semuanya berusaha mendapatkan informasi bagaimana proses mereka sampai akhirnya jadian, bagaimana mereka menjalani hari-harinya, sampai bagaimana rencana mereka kedepan. gue akan bilang: ‘Terus, penting gitu buat gue??’, nggak bro, sist, nggak. Ngapain mikirin mereka. Yaudah lah, mereka juga orang biasa kaya kita. Mereka mau jadian kek, mau putusan kek, itu urusan mereka. Trus, masalah gitu buat lu?? Nonsense.

Senin, 23 April 2012

Commuter Line


Sarana Transportasi umum terutama transportasi jalur darat di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya masih menuai banyak masalah dan kontroversi. Dari mulai armada yang kurang layak pakai, sarana jalan raya yang masih banyak kerusakan, kemacetan yang masih sulit diurai, sampai pada masalah moral dan pelecehan dalam angkutan umum.
Namun ada pula transportasi masal yang memiliki pelayanan yang baik seperti kereta api yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia. Salah satunya dengan program commuter line untuk rute Jabodetabek. Dengan rute  tersebut penumpang kereta api dapat bepergian dengan menggunakan kereta api dengan tempat duduk yang nyaman, full AC, gerbong khusus wanita, serta akses yang terbilang cepat.

Ada pengalaman unik gue dengan commuter line tersebut.
Ceritanya tanggal 27 maret kemarin gue diajak temen gue imron, buat nemenin dia beli laptop di harco mangga dua. Sebetulnya hari itu rencananya mahasiswa akan mengadakan demo besar-besaran untuk memprotes kebijakan pemerintah yang berencana akan menaikan harga BBM di Jakarta khususnya Istana Negara. Gue sama imron juga sebenernya diajak kawan-kawan lain demo, tapi kita berpendapat bahwa udah nggak jaman lagi ikut begituan. Lagian demonstrasi seperti itu biasanya  berujung  dengan bentrok dan anarkisme mahasiswa yang notabene insan intelektual. Nggak substansial. Memang sih, untuk dapat didengar pemerintah, aspirasi dan tuntutan masyarakat kadang mesti dilakukan dengan cara yang lebih keras. Pemerintah sekarang juga terkesan terlalu “kotor” dalam menjalankan roda pemerintahan. Banyak terdapat politisasi dan kepentingan kelompok yang terselubung yang terdapat dalam setiap kebijakan. Gue bukannya nggak setuju dengan apa yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM tersebut, hanya saja gue kurang simpatik jika aksi tersebut berakhir dengan anarkis.

Senin, 30 Januari 2012

Beyond Competition

Gue tertegun saat membaca status gue di facebook yang bunyinya ” bukan masalah menang atau kalah, yang penting adalah sportifitas, perjuangan,  kebersamaan, dan canda tawa kalian kawan”.

Status itu gue tulis saat tim Futsal Hima jurusan gue gagal melaju ke babak perempat final kompetisi Adm UI cup yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Indonesia. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 24 sampai 28 Januari 2012 di GOR Ciracas Jakarta Timur. Terdapat 12  tim dari berbagai Perguruan Tinggi di pulau Jawa yang mengikuti turnamen tersebut. Dalam turnamen tersebut kita dikalahkan oleh Unsoed 1-7 dan Undip 0-8. Nyesek juga sih menyadari hal tersebut. Tapi dari kejadian itu semua kita mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga dan hikmah yang bisa kita jadikan  pelajaran dikemudian hari.

Perjalanan kita menuju turnamen itu pun sangat berat dan penuh dengan halangan juga rintangan. Mulai dari persiapan skuad tim yang mendadak, kepanitiaan yang kurang koordinasi, dana yang minim juga situasi dan kondisi lain yang tidak diharapkan yang hampir menggagalkan impian kita. Tapi dengan tekad dan kemauan keras juga kerjasama dari semua anggota Himawan akhirnya tercapai juga impian kami untuk tampil di pentas olahraga antar Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara se Jawa-Bali tersebut. kalo kata Agung; 'yang penting Unisma tertera di papan skor'. 

Dengan adanya kegiatan itu juga kami Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Unisma Bekasi menjadi tambah solid, kompak, loyal dan komitmen dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan jurusan kami tercinta ini. terimakasih kawan-kawan semua atas partisipasinya, telah mengorbankan waktu, biaya, tenaga dan pikirannya demi HIMAWAN. Tak lupa kami ucapkan terimakasih  kepada seluruh pihak yang turut mendukung kami baik yang langsung maupun yang tidak langsung .

Tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. Jangan patah semangat, terus bermimpi, berikan yang terbaik.  Salam Negarawan!







Senin, 09 Januari 2012

OMBUDSMAN RI DAN MULTISTAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

A.   Kualitas Pelayanan Publik di Indonesia
Kualitas pelayanan publik di Indonesia sampai sekarang ini masih menjadi sebuah ironi yang belum jua terselesaikan. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan sudah merupakan hal yang biasa di negeri ini tak ubahnya kebiasaan makan nasi. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pelayanan publik di Indonesia menjadi sebuah kesempatan emas bagi para biroktrat untuk menghisap habis apa yang mereka butuhkan dari masyarakat. Para pelayan publik atau bitokrat bukan lagi menjadi pamong praja sebagai pelayan masyarakat tapi justru menjadi pangreh praja yang minta dilayani masyarakat. Tentu saja jika keadaan ini di biarakan terus menerus birokrasi bukan saja dapat menghambat laju demokratisasi tapi juga menjadi sarang korupsi. Maka dari itu peningkatan kualitas pelayanan publik di negeri ini menjadi sebuah keharusan yang tak dapat ditawar lagi demi keberlangsungan Negara Indonesia dan tercapainya tujuan-tujuan Negara.

B.   Birokrasi dan Peran Masyarakat
Kebobrokan moral birokrat sudah menjadi rahasia umum di Indonesia sampai detik ini. Tingkat kebobrokannya sudah menjadikan sebagian kalangan masyarakat merasa mati rasa terhadap pelayanan publik. Baginya keberadaan dan ketidak berdaan pemerintah sudah tidak ada bedanya lagi. Pelayanan publik yang baik sudah merupakan barang langka dan mahal bagi masyarakat. Melihat hal tersebut mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan publik yang baik dan bersih sudah menjadi suatu keharusan demi tercapainya tujuan Negara. Dalam implementasinya pemerintah perlu dukungan dan pengawasan dari para stakeholder dalam hal ini masyarakat sebagai costumer juga sebagai pengawal terhadap jalannya roda pemerintahan karena dalam demokrasi kekuasaan dipegang oleh rakyat dan untuk rakyat.
Fungsi controlling masyarakat tersebut telah di dukung oleh pemerintah dengan Membentuk lembaga independen yang berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara termasuk BUMN, BUMD, BHMN, lembaga kementrian dan departemen, instansi pemerintah, serta lembaga swasta yang menyelenggarakan pelayanan publik yang sebagian atau seluruh anggarannya dibiayai oleh Negara. Lembaga tersebut diresmikan pada tanggal 9 september 2008 berdasarkan Undang-Undang nomor 37 tahun 2008. Lembaga tersebut bernama Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

C.   ORI dan Optimalisasi Jumlah Pelaporan Masyarakat
ORI berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara dan instansi pemerintahan terhadap dugaan  praktek Maladministrasi (kesalahan administrasi) Yaitu meliputi keputusan-keputusan atau tindakan pejabat publik yang ganjil (inappropriate), menyimpang (deviate), sewenang-wenang (arbitrary), melanggar ketentuan (irregular/illegitimate), penyalahgunaan kekuasaan (abuses of power), keterlambatan yang tidak perlu (undue delay) atau pelanggaran kepatutan (equity). ORI bekerja antara lain berdasarkan  laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi yang terjadi pada pelayanan publik, mengidentifikasi dan menindak kasus yang terbukti kebenarannya dengan hasil akhir dapat berupa teguran, sanksi bagi aparat yang bersalah sampai pada pemberhentian berdasarkan keputusan instansi tersebut. Selain itu ORI juga dapat melakukan penyelidikan atas prakarsa sendiri.

Minggu, 08 Januari 2012

Lirik Lagu Judika Bukan Dia Tapi Aku Lyrics


berulang kali kau menyakiti
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

repeat *
reff:
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

cintaku lebih besar darinya
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku

begitu burukkah ini
hingga ku harus mengalah

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)

Lirik Lagu Judika - Aku Yang Tersakiti Lyrics


pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

Rabu, 23 November 2011

PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NO. 6 TAHUN 2010 DAN KAITANNYA DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG



Kebijakan pemerintah  daerah Kota Bekasi yang menerbitkan peraturan daerah Kota  Bekasi tentang Perubahan Struktur Dinas  Tata Ruang yang diganti menjadi Dinas Tata Kota Kota bekasi terkesan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam  penerapannya, struktur organisasi dinas tata kota kota bekasi menghapus Bidang Pengelolaan Lahan yang berimplikasi pada hilangnya fungsi pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang pada pasal 29 ayat 2 disebutkan Proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota. Dan pada kenyataannya yang terjadi di kota bekasi jauh panggang dari api. Jumlah area Ruang terbuka Hijau di Kota Bekasi masih sekitar 10 persen dari luas area kota.
Jika ditelaah, dalam visi-misi dinas tata kota kota bekasi baru-baru ini lebih menitikberatkan pada pembangunan kawasan perkotaan yang terkesan dapat memperburuk kelestarian lingkungan seperti pembangunan kawasan permukiman, pasar modern, apartemen, pusat perbelanjaan, dan sebagainya yang memang lebih berorientasi pada pendapatan daerah dan perekonomian juga investasi. Namun apakah adil membangun kota untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya sedangkan lingkungan hidup menjadi rusak?. Ironisnya dalam semboyan kota bekasi yaitu bekasi cerdas, bekasi sehat dan bekasi ihsan, ihsan disini mengandung arti Indah, Hijau, Sejuk, Aman dan Nyaman dapat diartikan sebagai keberadaan lingkungan hidup yang tertata baik dan dapat dinikmati masyarakat sebagai aplikasi dari pembangunan keberlanjutan berwawasan lingkungan.

Senin, 20 Juni 2011

Koleksi Film

lagi di kampus dengan akses internet gratis yang bikin ane betah, pengen posting blog tapi bingung mau posting apaan, akhirnya terlintas ide brilliant ini: daftar koleksi film-film hasil donlotan ane, okelah kalogitu langsung aja, cekidot..
beberapa diantara film tersebut udah ada yang dilengkapi dengan subtittle, ada yang subtittlenya bagus, sedang, ada yang acak-acakan, dan ada yang belum ada subtittle nya. 

Sabtu, 28 Mei 2011

New Addieology Search Engine

bro, sist, cobain nih search engine terbaru, tergokil terheboh di sisni:
http://createfunnylogo.com/SpiderMan/new%20addieology

enjoy..

Rabu, 18 Mei 2011

Sepuluh Negara Terpadat di Dunia

Sebagian besar di antara kita cukup beruntung untuk tinggal di negara dengan banyak ruang terbuka luas dan beberapa tetangga yang ramah. Tetapi ada beberapa negara yang sangat padat penduduknya. Ini adalah daftar sepuluh negara paling padat penduduknya di dunia...

1. Monaco
Monako adalah Negara yang paling padat penduduknya dan merupakan negara merdeka terkecil ke dua didunia,dengan jumlah penduduk hanya 32.410 dan luas 1,96 kilometer persegi (485 hektar).Monaco merupakan negara terkecil didunia berbahasa prancis.

2. Singapura
Singapura merupakan negara kepulauan yang dihuni terletak di ujung selatan Semenanjung Melayu.populer untuk tujuan pariwisata dan bisnis, Singapura juga merupakan salah satu negara terkaya di dunia karena sangat mengembangkan ekonomi. Singapura telah dinilai sebagai yang paling ramah-usaha perekonomian di dunia, dengan ribuan ekspatriat asing yang bekerja di perusahaan multi-nasional.ibuKota-negara juga mempekerjakan puluhan ribu asing Collared-pekerja dari seluruh dunia. Dengan total kepadatan penduduk lebih dari 6.300 orang per kilometer persegi, ia menempati urutan ke-2 di dunia.

3. Vatican City
Merupakan Daratan dalam kota Roma Italia dengan sekitar 44 hektar (108,7 hektar), Kota Vatikan adalah negara merdeka terkecil di dunia. Sebagai pusat agama Katolik, di kota-negara kecil ini hanya menampung sekitar 821 warga, namun karena kawasan yang kecil, ia adalah peringkat ke-3 di kepadatan penduduk.

4. Maladewa
Maladewa merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekelompok atolls terletak di Samudra Hindia. Maladewa mempunyai dua puluh enam atolls meliputi wilayah menampilkan 1192 islets, kira-kira dua ratus yang dihuni oleh masyarakat lokal. Menurut sensus 2006, ada 298.842 penduduk yang tinggal di kawasan total hanya 298 kilometer persegi,menempati posisi ke empat dalam kepadatan penduduk.

5. Bahrain
Bahrain merupakan batas wilayah negara pulau di Teluk Persia dan terkecil di bangsa Arab. Bahrain memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di wilayah Arab,menjadi kelebihan penduduk akibat imigrasi dan pekerja tamu dari seluruh dunia. Ada sekitar 987 orang per kilometer persegi di pulau kecil ini.

6. Bangladesh
Bangladesh adalah negara kecil yang terletak di Asia Selatan hampir dikelilingi oleh India. Bangladesh merupakan salah satu yang paling tinggi dan padat penduduk negara-negara di dunia. Dengan wilayah daratan 144.000 kilometer persegi (55.600 mil persegi), kepadatan penduduk luar biasa adalah fakta bahwa Rusia's seluruh populasi adalah sedikit lebih kecil daripada Bangladesh's.

7. Nauru.
Nauru adalah sebuah negara kepulauan di Pasifik Selatan Micronesian hanya meliputi 21 kilometer persegi, membuatnya menjadi negara kepulauan terkecil didunia,juga negara republik independen terkecil, dan satu-satunya negara republik di dunia tanpa modal resmi. Ada sekitar 13.048 penduduk yang tinggal di pulau kecil ini.

8. Taiwan
Taiwan adalah sebuah pulau di Asia Timur di lepas pantai daratan Cina. Setelah Perang Saudara China pada tahun 1949, Chiang Kai-shek dan sekitar 1,3 juta pengungsi melarikan diri ke daratan Cina membuat Republik Cina (ROC) di Taipei. Status politik Taiwan merupakan topik kontroversial, namun taiwan merupakan sebuah industri ekonomi, merupakan salah satu wealthiest dan paling padat penduduknya di negara-negara Asia.

9. Barbados
Terletak di timur Laut Karibia, Barbados independen merupakan negara kepulauan di barat Samudra Atlantik.merupakan negara tujuan wisata utama untuk rombongan wisatawan dari seluruh dunia. Barbados total luas areal lahan yang dimiliki sekitar 430 kilometer persegi, dan dengan salah satu standar hidup tertinggi dan buta aksara di seluruh dunia, memiliki penduduk relatif tinggi sekitar 279.000.

10. Malta
Malta adalah negara kecil dan padat merupakan negara kepulauan yang terdiri dari tujuh pulau-pulau di Laut Mediterania. Setelah bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004, negara ini telah dilihat peningkatan investasi dan kekuatan ekonomi. Populasi penduduk Malta,tahun 2005 diperkirakan 404.039 di Malta dan kepadatan penduduk dari 1.282 per kilometer, jauh tertinggi di Uni Eropa dan salah satu yang tertinggi di dunia.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/05/10-negara-berpenduduk-terpadat-didunia.html

Selasa, 17 Mei 2011

Sepuluh Istana Termegah di Dunia

Berikut ini adalah daftar Istana termegah yang ada di dunia. ada sepuluh istana yang termasuk disini. cekidot..


The Potala Palace, Lhasa, Tibet

Bangunan Momumen Termegah di Tibet
The Potala PalaceThe Potala Palace

Mont Saint-Michel, Normandy, Perancis

Kastil Abad Pertengahan di Pulau Kecil
Mont Saint-MichelMont Saint-Michel

Predjamski Castle, Slovenia

Terpadu di suatu Gua
Predjamski CastlePredjamski Castle

Neuschwanstein Castle, Jerman

Kastil Dongeng Klasik
Neuschwanstein CastleNeuschwanstein Castle

Matsumoto Castle, Nagano, Jepang

Kastil Paling Mengagumkan di Jepang
Matsumoto CastleMatsumoto Castle

Hunyad Castle, Romania

Dimana para Drakula menjadi Tahanan
Hunyad CastleHunyad Castle

Malbork Castle, Malbork, Polandia

Kastil Bertembok Batu Bata Terbesar di Dunia
Malbork CastleMalbork Castle

Palacio da Pena, Sintra, Portugal

Istana Tua Terinspirasi Romantisme Eropa
Palacio da PenaPalacio da Pena

Löwenburg Castle, Kassel, Jerman

Disneyland Abad ke-18
Löwenburg CastleLöwenburg Castle

Prague Castle, Prague, Ceko

Kastil Kuno Terbesar di Dunia
Prague CastlePrague Castle
sumber: http://tjiahendra.blog.binusian.org/2009/07/01/10-istana-termegah-dunia/