Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2013

Sekedar Mampir

halo, hehe..
udah lama gak posting. gue sampe lupa cara bikin entri baru di blogger, hahaha. aduh sori banget buat my blog, gak pernah mampir lagi, apalagi posting. engg.... apa ya?, jadi bingung sendiri mau posting apaan, haha.
okey intinya gue cuma sekedar mampir bentar disini karena barusan gak sengaja buka blognya temen, jadi kangen sama blog sendiri. hmm... oia, gue udah lulus. Alhamdulillah, akhirnya.. hihihi. paling sekarang lagi sibuk. sibuk nyari kerjaan nih, bingung. haduuuh.. -___- '
apa? cinta???, hahaha. masih rumit. nanti kalo ada waktu gue ceritain :D
udah dulu yah, sori cuma dikit doang. oia pesan gue; jaga kesehatan dan jalani pola hidup sehat. oke?! :))
 bye..

Minggu, 07 Juli 2013

bingung mau ngasih judul apa



Gue baru balik lagi ke bekasi setelah du bualan pulang ke kampong gue, Bayah. Gue pulang ke bayah karna Setelah gue sadari seluruh waktu yang gue habisin dibekasi hanya sia-sia. Proyek skripsi yang gue kerjain berjalan sangat alot dan lambat. Gue nggak semangat untuk hal ini. Ada sesuatu yang membuat gue nggak bisa focus. Gue juga seakan sulit untuk memahami teori-teori tentang skripsi gue. Seolah-olah kebodohan menyerbu otak gue dan mengendalikannya. Ketika gue berusaha lebih keraslagi , gue menemui jalan buntu; laptop gue mati. Gue putus asa. Kemudian gue memutuskan untuk pulang.

Di kampung, gue juga dalam tekanan. Nyokap bokap gue nggak habis pikir, gimana bisa gue belum juga bisa menyelesaikan skripsi gue yang udah setahun lebih gue kerjain.  Selama ini mereka selalu mendukung gue, ngasih semangat, motivasi, dan biaya. Tapi semuanya nihil. Akhirnya mereka mencium aroma keputus asaan gue. Nyokap gue bilang, berapa harga sebuah skripsi?, tiga juta, atau lima juta?, dia sanggup bayarin. Asal gue lulus.

Gue nggak bisa terima dengan hal itu. Gue merasa dipecundangi. Gue masih sanggup bikin skripsi sendiri, kenapa harus bayar orang?, gue nggak sebodoh itu. Lagian gue nggak tega nyokap gue sampe ngeluarin biaya segitu besar Cuma buat skripsi. Gue bilang sama nyokap gue bakal balik lagi ke bekasi, gue beresin skripsi gue.

Dan sesampainya gue dibekasi, gue langsung fotokopi kuestioner untuk dibagikan ke responden gue di dinas social. Sebenarnya kuestioner itu masih belum sempurna, tapi gue nggak peduli lagi. Besoknya, gue ke dinsos dan nyebarin kuestioner. Ternyata hari itu mereka mau pada rapat. Akhirnya gue Cuma bisa nyerahin kuestioner nya ke kabag umum, ibu Nurhayati. Gue buat janji, besok gue ngambi lagi kuestionernya.  Dia pun menyetujui.

Pulang dari dinsos, gue mampir dulu di tukang ketoprak seberang kampus. Dulu disini gue dan temen-temen sering makan bareng. Ngobrol, becanda, ketawa-tawa. Sekarang mereka udah pada lulus. Dari sini gue pandangi keseberang jalan. Gerbang kampus yang begitu besar, terbuka dengan lebar. Lima tahun yang lalu gue masuk kesana untuk pertama kalinya dan sampai sekarang, lima tahun berlalu, gue masih terperangkap didalamnya, gue kesulitan untuk keluar dari sana. Melepaskan diri dari belenggu ilmu pengetahuan.

Banyak yang berubah dari wajah kota ini. Dari orang-orang yang ada disini. ya, semuanya berubah. Semua orang berubah, bergerak, melaju, berlari, mengejar tujuannya. Meraih impiannya. Menggapai cita-citanya. Tapi gue?, gue Cuma bisa diam, menyaksikan semua pertunjukan itu berlangsung dihadapan gue. Apa yang harus gue kejar, gue raih, gue gapai. Semuanya udah hilang. Gue Cuma pengen ngasih secuil kebahagiaan buat orang tua gue.

Mungkin tiada lagi seberkas cahaya di ujung terowongan gelap, sunyi, dan dingin ini. Tapi gue masih mencoba menyalakan cahaya dengan segenap tenaga yang tersisa, dan mencoba mencari jalan keluar dari sana. Insya Allah..

Minggu, 02 Juni 2013

Dampak Negatif Pabrik Semen (Part 2)

Dampak Lingkungan Dan Sosial Dari Pabrik Semen

Berdasarkan bahan baku dan bahan bakar yang digunakannya serta proses produksi yang dilaluinya, maka semen mempunyai dampak penting untuk komponen-komponen lingkungan seperti diuraikan di bawah ini :

a) LAHAN; dampak yang bersifat merugikan adalah :
Penurunan kualitas dari segi kesuburan tanah akibat penambangan tanah liat.
Perubahan dari segi tata guna tanah akibat kegiatan penebangan dan penyerapan lahan serta pembangunan fasilitas lainnya. Perubahan ini dari segi waktu akan meluas ke arah menurunnya kapasitas penampungan air yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap kuantitas air sungai. Sedangkan dari segi ruang akan mempengaruhi keseimbangan atau keselarasan lingkungan setempat.

b) AIR; dampak yang bersifat merugikan adalah :
Kualitas air bertambah buruk akibat limbah cair dari pabrik dalam bentuk minyak dan sisa air dari kegiatan penambangan, yang menimbulkan lahan kritis yang mudah terkena erosi, yang akan mengakibatkan pendangkalan dasar sungai, yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah banjir pada musim hujan.
Kuantitas air atau debit air menjadi berkurang karena hilangnya vegetasi pada suatu lahan akan mengakibatkan penyerapan air hujan oleh tanah di tempat itu menjadi berkurang, sehingga persediaan air tanah menjadi menipis, akibatnya persediaan ait tanah menjadi makin sedikit. Akibat lanjutan adalah sungai menjadi kering pada musim kemarau dan sebaliknya sungai akan banjir (debit air menjadi sangat tinggi) karena tanah tidak mampu lagi menyerap air yang mengalir terlalu cepat.

3. UDARA; dampak yang bersifat merugikan adalah :
a) Debu yang dihasilkan oleh kegiatan pabrik terdiri dari :
Debu yang dihasilkan pada waktu pengadaan bahan baku dan selama proses pembakaran,
Debu yang dihasilkan selama pengangkutan bahan baku ke pabrik dan bahan jadi ke luar pabrik, termasuk pengantongannya.

b) Debu yang secara visual terlihat di kawasan pabrik dalam bentuk kabut dan kepulan debu tersebut, dapat menimbulkan pencemaran udara yang sangat mengganggu, antara lain dapat mengakibatkan naiknya temperatur udara di sekitar pabrik, bahkan dapat menimbulkan penyakit.
c) Gas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar minyak bumi dan batu bara, berupa gas CO, CO2 dan SO2 yang mengandung hidrokarbon dan belerang.

d) Kebisingan yang terdiri dari tiga jenis sumber bunyi :
Mesin-mesin yang digunakan dalam pabrik,
Alat-alat besar seperti traktor yang dipakai pada waktu pengambilan bahan baku,
Dentuman dinamit yang digunakan pada waktu pengambilan kapur.
e) Berkurangnya keanekaragaman flora, berubahnya pola vegetasi dan jenis endemik, berubahnya pembentukkan klorofil dan proses fotosintesa.
f) Berkurangnya keanekaragaman fauna (burung, hewan tanah dan hewan langka). Berubahnya habitat air dan habitat tanah tempat hidup hewan-hewan tersebut.
Sedangkan dampak negatif yang diakibatkan semen terhadap lingkungan sosial atau kehidupan masyarakat adalah sebagai berikut :
Status gizi kadar hemoglobin darah dimana semakin rendah status gizi seseorang, semakin rendah kadar hemoglobin darahnya.
Dampak lingkungan terhadap pola penyakit, khususnya penyakit saluran pernafasan, seperti bronchitis, pharingtis dan tbc paru serta silicosis (pneumocosis), penyakit saluran pencernaan dan gangguan pada kulit.

Morbidity rate (angka kesakitan) dari penyakit-penyakit tertentu untuk dapat menggambarkan besarnya dari dampak penyakit-penyakit tersebut di atas terhadap kesehatan. Beberapa penyakit yang diperkirakan akan meningkat intensitasnya antara lain penyakit yang saluran nafas, penyakit yang berhubungan dengan gangguan kejiwaan (psycho-social) dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat.
Penyakit gangguan kejiwaan (psiko-sosial) adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh adanya sebab-sebab fisik, tetapi penyakit yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan yang sulit diterangkan secara fisis maupun biologis, misalnya sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya, nyeri ulu hati, gelisah, sulit tidur, berdebar-debar (yang dalam istilah kedokteran dinamakan gastritis, cephagia, neurosis anxiety).

Penyakit akibat kecelakaan kerja.
Penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh rendahnya mutu lingkungan, seperti penyakit perut (diarhea), demam berdarah, malaria kulit dan sebagainya.
Seperti telah dikemukakan di atas, ternyata semen memang menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan bagi linkungan. Sayang sekali tidak ada informasi tentang berapa besarnya (magnitude) dampak-dampak negatif ini (khususnya dalam kasus Indonesia), Padahal hal ini sangat penting untuk menjadi alasan bahwa semen memang harus dikenai cukai, karena dampak-dampak negatif tersebut seringkali “berada di atas nilai ambang batas yang wajar.” 
sumber:  http://gamurang.blogspot.com/2010/10/dampak-lingkungan-dan-sosial-dari.html

Sabtu, 13 April 2013

coretan tanpa makna

test...
ehm, coba curcol dikit.

gue cuma ngerasa apapun yang gue omongin, apapun yang gue pikir itu benar, itu sebetulnya salah. salah dimata orang lain. kalau gue melihat sesuatu yang gue anggap salah, dan gue berusaha membetulkan, mengoreksi dan meluruskan hal tersebut, itu tindakan salah. walaupun gue berpedoman pada sebuah pedoman yang baku, Haq, dan diakui kebenarannya.
ide, pemikiran, prinsip, kritik, saran, kata-kata yang keluar dari mulut gue, itu semua gak ada gunanya. mereka selalu berusaha meyakinkan gue bahwa gue terlalu idealis untuk hidup di zaman ini. mereka seolah berkata 'udahlah, yang realistis aja boy'. atau 'itu gak berlaku dimuka bumi abad ini, lu datang dari masa lalu ya?'. entahlah..

sekarang gue malah berpikir ya, mungkin gue terlalu idealis. dan bumi ini kebanyakan dihuni oleh makhluk tak berprinsip yang banyak bicara minim makna. tong kosong bunyi nyaring. satu-satunya cara untuk melawan  mereka adalah diam. bungkam.

gue rasa semua hal yang pernah gue share itu sebuah kesalahan. termasuk tulisan ini, coretan tak berguna.

sekian, #exit.

Rabu, 26 Desember 2012

DUNIA INI SEMAKIN NGGAK ADIL


Kenapa bro, sist, agak frontal ya judulnya. Ya namanya juga judul postingan. Maklum aja lah. Tapi gue emang lagi pengen menguak sisi lain dari dunia yang nggak adil ini. ini tentang ketidak adilan dunia terhadap kaum Adam alias Pria alias laki-laki alias Cowok. Dunia ini terkadang –emang sering sih- mendiskriminasikan cowok dan lebih menganak-emaskan kaum hawa alias cewek. Ada yang nggak setuju?, jangan protes dulu bro, sist, gue punya beberapa buktinya.  berikut ini gue coba paparkan bukti-buktinya. Cekidot..
Bukti Pertama;  Iklan Produk
Berapa banyak produk yang menggunakan cowok sebagai bintang iklannya?, bisa di itung lah. Dan biasanya dimana ada cowok disitu juga ada cewek. Liat aja iklan Axe. Tapi sebaliknya, banyak iklan yang menggunakan jasa cewek sebagai bintang iklannya tapi nggak ada cowok disana. Liat iklan Pocari Sweat yang JKT48.
Selain itu kita lihat juga produk-produk yang sering muncul di layar kaca. Hampir 80% iklan yang tampil adalah produk-porduk khusus wanita. Dari mulai kosmetik lah, obat pelancar datang bulan lah, pembalut lah, atau obat pembersih daerah kewanitaan. Semua kebutuhan dan kemauan cewek pasti dibikinin sama produsen.  Nggak heran, banyak banget produk-produk cewek beredar di pasaran. Nggak ada tuh yang namanya pembalut cowok, atau obat daerah kepriaan. (sori agak intim)
Bukti kedua;  Kendaraan
Baru-baru ini ada perubahan dalam perkereta-apian Indonesia.  PT KAI memberikan kebijakan baru tentang gerbong khusus wanita. Idih, keren banget kan!?. Cowok gak boleh masuk situ. Atau kalo mau lu dandan dulu sampe cantik, pake pakean cewek baru deh lu bisa masuk. ribet kan?, makanya gak usah bro. biarin aja mereka nikmatin perjalanannya dengan sesama jenis mereka disana. Gue mikir kayanya banyak yang pada ngerumpi tuh di gerbong. Gak ada yang namanya gerbong khusus pria bro, gak ada. Gak adil kan?
Bukti ketiga; Socialita
Gue pernah atau bahkan sering mengalami hal dimana temen-temen gue yang cewek lagi liat majalah dan mereka mgomongin salah satu artis yang fotonya terpampang di majalah tersebut. Dan mereka memuji artis wanita itu dengan bebasnya “anisa chibi cantik banget ya” | “iya tau, manis banget ih |Bla..bla..bla. Gue juga pernah denger cewek-cewek di warnet yang lagi liat photo seseorang di facebook dan mereka mengomentarinya “iih.., cantik banget ya Tania” | “dulu nggak secantik ini lho dia” | bla..bla..bla. dan itu wajar aja menurut semua orang. Itu hal yang lumrah. Tapi bisa dibayangin kalo cowok ngelakuin hal itu? misalnya dua orang cowok liat photo artis cowok di majalah trus mereka bilang; “iiih ganteng banget deh Christian Sugiono” | “kata gue juga apa, gue ngefans sama dia dari dulu” | “gue juga, bla..bla..bla. pasti yang ngeliatin bakalan mengernyitkan dahinya. Agak janggal rasanya.
Lebih extreme lagi kalo cewek sama cewek baru ketemuan biasa cipika-cipiki. Terus jalan berduaan gandengan tangan. Itu biasa aja. Gak ada yang aneh. Pantes aja kelihatannya. Coba deh bro lu bayangin kalo cowok sama cowok cipika-cipiki, jijik kan?. Apalagi kalo lu jalan berdua sama temen lu sesama jenis, gandengan tangan. Plis jangan deh bro!. gue yakin seisi dunia langsung nge-judge lu sebagai Gay, alias Maho. Parah banget kan. Padahal belom tentu.
Bukti Keempat: Perhatian Dunia
Untuk bukti kali ini gampang aj, ada yang namanya Miss Indonesia, Puteri Indonesia, dan di semua Negara pun sama. Pada puncaknya dipilih satu orang ratu kecantikan dunia yang biasa disebut Miss World. Itu semua berlaku untuk cewek. Gak ada yang namanya Putera Indonesia, Mr. World. Gak ada bro. gak usah ngarep pengen jadi Raja kegantengan Indonesia, atau dunia. Yang ada malah jadi Mister sok kegantengan lu.
Selain ketiga bukti diatas sebetulnya masih banyak bukti-bukti lain yang nggak gue jelasin disini. Intinya dari semua itu kita dapat belajar, bagaimana dunia mengapresiasi wanita dengan perhatian yang lebih besar daripada pria. Betapa wanita mendapatkan penghargaan besar dari dunia. Bukan maksud gue untuk memprotes ketidak-adilan dunia ini, karena dunia memang sudah diciptakan dengan begitu.
Dan pesan gue untuk ladies, jaga kehormatan kalian, tetap berusaha menjadi pribadi yang pantas dihargai. Betapa dunia ini membutuhkan kalian. Kalian yang hebat, yang bersinar, yang tahu akan norma dan etika juga adat istiadat yang baik. jadikan diri kalian yang mendapat apresiasi baik dari dunia. Dengan menjaga kepribadian dan perbuatan juga perkataan yang baik. berpakaianlah yang baik, yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat kita. Untuk para Muslimah cobalah untuk berpakaian yang menutup aurat.
Wanita yang cantik adalah yang dapat merubah peribadiannya menjadi sosok yang lebih baik. so, Dunia ditangan kalian ladies. kalian hancur dunia hancur. Jaga keseimbangan dunia ini. kami semua bergantung pada kalian.
Hidup Wanita Indonesia!




Rabu, 21 November 2012

I Hope It's Not a Dementia

1:11 AM. gue belum bisa tidur. emang sengaja nggak tidur karena lagi nunggu MU maen lawan Galatasaray dalam pertandingan Champions league. walaupun nggak disiarin di TV, gue gak mau ketinggalan. so, gue tunggu streaming nya. 

 sambil online, gue coba untuk mengerahkan lagi kemampuan menulis gue. udah lama banget gue vakum dari dunia tulis menulis dan blogging. ada semacam penurunan semangat dan kemunduran intelektual dalam diri gue. bukan hanya menulis tapi dari semua aktivitas. menyadari tentang suatu gejala psikologis yang bernama dementia, gue ngeri juga. gue takut hal itu terjadi pada diri gue. gue harap ini bukan dementia.

maka dari itu, gue mulai mencoba untuk bangkit dari keterpurukan ini. salah satunya dengan blogging. gue harus melawan kemalasan-kemalasan dan kemanjaan diri gue. dengan menulis ini mungkin bisa jadi semacam terapi buat gue. mungkin nggak banyak yang bisa gue share pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat. sory kalo agak ngaco, emang dari awal gue agak ngaco. hehe. good night.

Senin, 12 November 2012

coretan

halo semua. gue pengen nulis lagi. serius. gue pengen nulis kaya dulu lagi. udah lama ga menuangkan pikiran dalam secoret tinta dan kata. tapi mood gue belom balik-balik. ah, entahlah kapan gue bisa nulis lagi. :'(

Jumat, 10 Agustus 2012

Selamat Jalan Pak Wahyu)


Sebenernya gue bingung harus mulai dari mana.
Langsung aja. Hari selasa malam, tanggal 7 Agustus kira-kira jam 9  temen gue Riana ngasih tau ada kabar duka. Pak wahyu, dosen FISIP Unisma, telah meninggal dunia. Mendengar kabar itu, Gue langsung lemes. Secepat itu Allah memanggil orang yang selama ini dikenal baik oleh mahasiswa  FISIP khususnya Administrasi Negara. Beliau merupakan tempat curahan hati anak-anak Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAWAN), jika kita sedang dalam masalah. Saran dan nasehat serta arahan beliau sangat banyak membantu dalam kemajuan organisasi kami. Beliau juga dapat dikatakan Kajur kedua di AN. Beliau selalu mendukung dan mengapresiasi kegiatan-kegiatan HIMAWAN. Bahkan yang tidak mendapatkan dukungan dari kajur kami.
Selama hidupnya ternyata beliau terus berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama ini. seorang aktivis yang vocal semasa kuliahnya. Tak hiraukan seberapa parah penyakitnya, beliau berhasil meyelesaikan studi S2 nya di UI. Dengan ilmunya beliau tak sungkan-sungkan untuk berbagi. Dengan kecerdasannya beliau merupakan sosok yang rendah hati dan bijaksana. Seorang pribadi yang sederhana dan bersahaja.
Segera gue berkoordinasi dengan kawan-kawan FISIP untuk melayat kerumah duka. Keesokan harinya berangkatlah kami dari kampus. Kawan-kawan konvoi dengan motor sedangkan gue ikut di mobil bersama mbak Nurul, mbak wilda dan septi. Karena jenazah sudah akan dikebumikan, kita nggak sempat ke rumah duka dan langsung ke TPU. Disana gue masih sempat melihat meliau untuk yang terakhir kalinya. Gak kuasa menahan rasa duka yang mendalam saat jenazahnya dikebumikan. Gue sapu bulir air mata yang menggelayut di ujung mata.
Masih teringat jelas dalam ingatan, pertanyaan terakhir beliau beberapa waktu lalu: “adi, kapan skripsi?” gue Cuma jawab: “insya Allah secepatnya Pak”. Tapi sampai sekarang gue masih membiarkan file BAB I gue teronggok di pojokan folder skripsi gue, tak tersentuh. Mungkin udah dipenuhi jaring laba-laba.
Selama ini dari sekian banyaknya orang-orang yang menyemangati, mendukung, mendorong, memotivasi, ataupun sekedar menanyakan, gak ada satu pun yang membuat gue bergeming. Gue akan selalu nyalahin otak gue yang belum mau diajak jalan, atau bayang-bayang masa lalu yang menghambat gue.
Sekarang gak ada lagi alasan. Gue nggak mau lagi kehilangan orang-orang baik yang gue kenal sebelum gue bisa menunjukan kepada mereka kesuksesan gue. minimal kesuksesan kecil gue yang bernama ‘Skripsi’.
Selamat jalan Pak, semoga engkau dan jasa baikmu diterima disisi-Nya,   Amiin..


Selasa, 17 Juli 2012

Peran Mahasiswa di Perguruan Tinggi



Mahasiswa, dimulai dari peristiwa di bulan Mei 1998, dimata sebagian masyarakat, terstigmakan sebagai biang kemacetan atau mungkin kerusuhan. Namun, saya anggap itu hanya dipandang dari pandangan permukaan masyarakat. Periode reformasi, hampir tiap hari kita menyaksikan demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di pelbagai media masa.
Aksi demontrasi yang dilakukan oleh mahasiswa pun tidak boleh dilihat permukaannya saja. Karena jika kita melihatnya pada permukaan maka yang akan timbul adalah seperti yang disebutkan diatas. Pikiran positif saya, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah petanda bahwa dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa adalah berdasarkan pengkajian atau bahkan penelitian yang baik dan melakukan pembelaan atas nasib buruk atau penderitaan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, disini dapat dilihat bahwa mahasiswa adalah sosok intelektual penyambung lidah rakyat! Ini juga dapat berarti bahwa aktivitas mahasiswa berlandaskan pada kesatuan antara ide yang kokoh dan gerak yang praktis-efektif. Mungkin, inilah yang dimaksudkan dengan ideologi mahasiswa?
Mahasiswa, oh Mahasiswa.
Kehidupan dunia semakin mengarahkan manusia untuk memenuhi hasratnya tanpa batas, tak terkecuali mahasiswa. Dalam kondisi atau kehidupan mahasiswa (di UPI khususnya), masyarakat begitu banyak mendapat tawaran untuk memenuhi hasrat  yang hadir dan berganti begitu cepat, baik yang berupa materi kongkrit ataupun hanya sesuatu berupa imajinasi yang dapat memenuhi kepuasan batin manusia dan tanpa kedalaman makna. Konser musik lebih ramai dibandingkan dengan pengkajian atau forum diskusi. Fetisisme pun menjangkit paradigma mahasiswanya, mereka berlomba-lomba mendapatkan nilai bagus tanpa mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dan pengaplikasian nilainya itu dalam lingkunganya, seminar-seminar ramai dikunjungi untuk mendapatkan sertifikatnya.
Banalitas pun merengguh ranah politik mahasiswa. Banalitas politik mahasiswa telah menciptakan ruang-ruang publik politik mahasiswa yang dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat permukaan, dangkal yang tidak konstruktif bagi pendidikan politik mahasiswa. Pengambilan keputusan dalam forum-forum musyawarah mahasiswa hanya untuk (ditingkat universitas, jika di Himas belum mengarah kesana) memenangkan kepentingan sebagai kelompok mahasiswa, hanya mengdandalkan kuantitas bukan kualitas. Aktifitas pergerakan mahasiswa pun terpaku kepada metode yang laiknya panggung pertunjukkan, tanpa dilihat atau direfleksikan efektif ataupun tidaknya.
 Budaya di kampus pun menyentuh aspek banalitas. Ruang-ruang kampus tidak ubahnya seperti yang dikatakan oleh Yasraf Amir Piliang sebagai shop display. Disatu sisi mahasiswa didalamnya lebih senang menampilkan gaya bicara, gaya pakaian (mahasiswa tidak ubahnya dengan patung-patung di toko pakaian yang mempublikasikan model pakaian yang sedang popular), gaya handphone ketimbang mengejar pengetahuan dan mengaplikasikannya. Sedangkan di pihak lain, tenggelam dalam mengejar tugas, nilai, dan kelulusan, tetapi tidak punya waktu dan keinginan untuk bersosialisasi dan bergaul di dalam kehidupan nyata (sosial kampus, politik kampus ataupun bahkan spiritual).
 Perjuangan yang dilakukan dalam memperjuangkan nasib rakyat dan pendidikan pun hanya menjadi penanda tanpa refleksi petanda dan disikapi. Berkata memperjuangkan nasib rakyat tetapi masih bergaya hidup hedon. Membela pendidikan tetapi sekaligus tidak menghargai pendidikan, misalnya datang sangat telambat ketika perkuliahan, suka berkelahi dan mengandalkan pembawaan hewaaniah (otot, jumlah masa, pengumbar hasrat dalam gaya hidup) tanpa mengandalkan pembawaan manusiawi (nalar).
Lingkungan mahasiswa tidak ubahnya sebuah tempat isolasi, di satu pihak, untuk mencari nilai, gelar dan kelulusan; di pihak lain kepuasaan, keterpesonaan dan kesenangan, dan tidak punya waktu lagi untuk mengembangkan aspek-aspek kemanusiaan lainnya: intelektualitas, produktivitas, sosialitas. Entah disadari atau tidak oleh pelakunya. Di dalam mengonsumsi pengetahuan dan berbagai gaya hidup, ia menjadi mayoritas yang diam (the silent majorities), yang hanya dapat menyerap segala sesuatu, tanpa mampu menginternalisasikan dan memaknainya.

Re-definisi Mahasiswa
Kata orang, mahasiswa didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Unsur diferensia dari definisi ini terletak pada jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Jikapun ada pembeda yang lain pun hanya pada tugas-tugas pelajaran atau mata kuliah yang lebih banyak dari pada ketika di sekolah dasar atau menengah dan satu lagi yakni kebebasan yang dimiliki olehnya. Kebebasan ini mendorong lahirnya budaya banalitas dikampus. Budaya banalitas, pengumbar hasrat (terutama banalitas budaya) mengesampingkan penalaran dan pemaknaan yang dalam. Mahasiswa yang pada umumnya tinggal berjauhan dengan orang tuanya, membuat pengontrolan atas aktifitas mahasiswa berkurang atau bahkan tidak ada. Disini mahasiswa bisa saja dapat seperti seorang kerbau liar yang terlepas dari kandangnya. Pengumbaran hasrat yang miskin makna pun susah dikendalikan.
Berbagai macam teori yang didapatkan didalam perkuliahan hanya diresap tanpa dapat direfleksikan, dimaknai dan disikapi. Pemaknaan itupun dilakukan hanya ketika mendapatkan intruksi dari dosen, tugas misalnya. Jadi, teori-teori yang didapat hanyalah pengetahuan an sich, bahkan mahasiswa lebih mudah (meminjam istilah Foucault) didisiplinkan (misalnya oleh senior, dosen)
Definisi mahasiswa harus diubah atau didefinisikan kembali (re-definisi). Mahasiswa haruslah didefinisikan sebagai pelajar yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dan memiliki kesadaran. Kesadaran disini sangatlah penting. Kesadaran disini ditempatkan sebagai bagaimana mahasiswa tadi memperlakukan obyek yang telah dipahami selama menempuh pendidikan, terlebih untuk senjata atau alat pergerakan mahasiswa. Dengan demikian, tepatlah pendapat yang mengatakan  bahwa  mahasiswa dalam menyikapi segala sesuatu tidak dan bukan atas dasar solidaritas sesama mahasiswa, penghormatan pada senior yang kharismatis-feodalistik, dan keterpanggilan emosional tapi minim bingkai rasionalitas.

Urgensi Kaderisasi untuk Mewujudkan Tri Dharma PT
Kaderisasi adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Jadi, kaderisasi disini identik dengan pendidikan. Jika hendak membahas mengenai urgensi kaderisasi maka yang akan timbul dalam benak ialah mengenai kondisi-kondisi yang membuat kaderisasi memiliki arti penting didalamnya. Jadi disini perlu rumuskan terlebih dahulu tujuan atau harapan dan apa saja yang terjadi di lingkungan mahasiswa (khususnya anggota Himas).
Di pembahasan sebelumnya telah dibahas mengenai permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa. Permasalahan yang “menjangkit” mahasiswa ialah seperti; pemuasan hasrat yang penuh kedangkalan, fetisisme nilai; dalam ranah politik mahasiswa, mahasiswa lebih mementingkan kepentingan dibandingkan proses pengambilan keputusan, mitos gerakan; dalam bidang budaya kampus, mahasiswa terjerembab kedalam berbagai gaya yang miskin makna dan dilain pihak sibuk dalam mencari pengetahuan, nilai dan tak mampu lagi melakukan kritik, refleksi dan penyikapan atas semuanya dan ketidak terhubungan antara perjuangan dan gaya hidupnya.
Di lain pihak mahasiswa yang merupakan bagian dari lingkungan kampus atau perguruan tinggi memiliki tugas yang cukup berat, yakni mewujudkan tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pelayanan atau pengabdian pada masyarakat). Tri dharma perguruan tinggi tidak akan mungkin terwujudkan jika unsur-unsur dehumanisasi atau permasalahan yang telah disebutkan diatas tetap menjangkit mahasiswanya (dalam scope kecil) dan seluruh unsur didalamnya (dalam scope luas). Jadi, kaderisasi (sebagai proses) memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan dengan cara transofmasi nilai-nilai agar tri dharma perguruan tinggi dapat terwujud. Pemanusiaan manusia disini dimaksudkan sebagai sebuah proses pentrasformasian nilai-nilai yang membuat manusia (dalam hal ini mahasiswa) agar mampu meningkatkan potensi yang dimilikinya (spiritual, intelektual dan moral). Jadi dengan sendirinya, dalam kaderisasi harus terdapat sebuah persiapan mahasiswa agar mampu beradaptasi dan berintegrasi melalui konsientisasi (Proses dimana manusia mendapatkan kesadaran yang terus semakin mendalam tentang realitas kultural yang melingkupi hidupnya dan akan kemampuannya untuk merubah realitas itu)  dalam ranah pembebasan manusia (maksudnya ialah pembebasan dari dehumanisasi, dalam hal ini pendidikan), penelitian (berfikir ilmiah) dan pengabdian pada masyarakat.


Selain mempersiapkan mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, dalam kegiatan kaderisasi diperlukan sebuah kegiatan yang mencerminkan tri dharma perguruan tinggi. Konsekuensinya ialah dalam kaderisasi harus terdapat berbagai metode yang mampu merepresentasikan unsur-unsur tri dharma perguruan tinggi.

Wallahu A’lam Bishshawwâb

Disuntig dari berbagai sumber.