Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Dialog Dua Anak Kos Dodol ^,^


Malam itu, gue lagi maen ke kosan temen-temen gue. kosan itu terletak di jalan prambanan, perumahan bumi bekasi baru. Sebuah bangunan ruko dua lantai. Lantai pertama dipake buat tempat usaha, dan lantai kedua sebagai kontrakan. Di lantai itulah tempat kosan bocah-bocah itu. Ada dua kamar yang dihuni sama temen-temen gue dari berbagai fakultas tapi tetep satu kampus dengan gue.
Kebetulan pada saat itu Rian, temen gue satu fakutas lagi pengen ngobrol sama gue. dan seperti biasa kita menuju ke lantai tiga. sebuah lantai terbuka yang biasa dipakai buat jemur pakaian. Gak ada siapa-siapa disitu. Biasanya ada mas-mas tukang bangunan juga yang lagi ngadem disini. Diatas sini udaranya memang lumayan segar. Angin bertiup sepoi-sepoi, bulan yang hampir purnama menemani kami dimalam keren itu. Bintang bertebaran menghiasi langit malam kota Bekasi. Sesekali gemuruh mesin jet terdengar di kejauhan dengan  Kerlipan lampu pesawat yang melesat diatas sana. Secangkir kopi susu dan sebungkus kacang kulit setia temani kita.
Kami pun mengobrol kesana kemari. Mencoba menemukan arti dari kepingan kejadian yang kami alami. Mencari jawaban atas pertanyaan yang ada dalam hati. Maka timbulah percakapan yang konyol, sok pinter dan seadanya dari mulut kita berdua.
Gue berbaring diatas karpet yang kita bawa dari kamar. Dengan terlentang menatap hitamnya langit dan taburan bintang kemerlap. Terlantunlah syair indah..
‘Hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku..’

Rian: di, menurut lu..apa yang membuat seorang cowo harus memutuskan untuk mencintai seorang cewe?, menjatuhkan cintanya pada sebuah hati?
Gue: haha, tumben lu nanya kaya gitu?, falling in love  nih??
Rian: yey,  gue pengen nanya aja. Menurut lu gimana?

Selasa, 07 Februari 2012

The Art of Giving



Hai sob, malam ini gue bener-bener gak bisa tidur. Padahal tumben di kosan gue gak ada nyamuk. Galau?, iya sih, tapi Nampaknya bukan itu alasan utamanya. Gue kelebihan kafein. Ya, setelah melahap satu setengah cangkir kopi, kafein tersebut  mengambil alih reseptor adenosin dalam sel saraf gue. Seperti ada dua medan magnet dengan kutub yang sama di kedua kelopak mata gue sehingga saling tolak menolak.

Let’s talk about giving. Memberi adalah hal yang hampir semua orang bisa melakukannya. Apapun itu yang mungkin bisa berguna bagi orang lain dan kita punya kita bisa memberinya. Banyak orang beranggapan bahwa dirinya sedang kesulitan dan gak bisa memberi, namun gak ada yang gak bisa diberikan seseorang kepada orang lain. Sesederhananya sebuah pemberian adalah senyuman. Simple banget kan?, tapi efeknya luar biasa. Ada pepatah mengatakan senyum itu jendelanya hati. Tentunya dengan senyuman yang tulus, dan timming yang tepat. Jangan kelamaan senyum apalagi senyum-senyum sendiri gak jelas, nanti malah diseret ke panti rehabilitasi.

Next, kalau kita punya rejeki lebih kita bisa berbagi dengan yang lain yang sedang membutuhkan. Gak usah banyak-banyak karena bukan jumlahnya yang penting tapi ketulusan dan keiklasan hati lah yang utama. Kadang gue heran dengan sebagian orang yang sering ngasih sumbangan atau sedekah di mesjid-mesjid tapi disekitarnya banyak orang yang kekurangan. Menurut gue itu sama aja dengan mau pup ke kamar mandi tapi naik mobil dulu ke bandara, naik pesawat ke Washington, dan puang hajat di sana, abis itu balik lagi. Analogi yang aneh sih, ya begitulah.

Jangan pernah berpikir dengan memberi dan berbagi, harta kita berkurang. Ingat rejeki udah ada yang ngatur. Orang yang takut kehilangan kalo memberi, adalah orang yang nggak percaya kalo ada Sang Maha Adil yang mengatur rejeki semua orang. Harta yang kita kasih gak bakalan kemana, justru bakalan balik lagi bahkan bertambah, percaya itu. Sebenarnya harta yang kita punya itu bukan milik kita kecuali baju yang udah usang dan gak kepake lagi, duit yang udah  abis dipake, dan makanan yang udah dicerna dan menjadi feses. (Hiiyy..), jadi sebenernya kalo ada orang yang membutuhkan sama aja dia menuntut haknya yang ada di kita. Lagi pula Tuhan udah ngatur rejeki, jodoh dan takdir semua makhluknya didunia.  Bahkan seekor burung yang terbang mencari makan pagi buta dia akan kembali kesarangnya sore hari dengan keadaan kenyang.

Banyak pengalaman pribadi yang gue rasakan dengan memberi dan berbagi. Salah satunya yang gue alami sekitar tiga bulan yang lalu.

Sabtu, 21 Mei 2011

Melepaskan 8 Hal dalam Hidup

1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.
Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.
Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.
2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”
Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.
Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.
3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!
Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.
4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.
Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.
5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan… selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.
6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.
Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.
Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.
7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.
Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.
8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.
Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.
Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.

Kamis, 19 Mei 2011

Wanita Buta dan Kekasihnya

Ada seorang wanita buta. Semua orang membenci dia, kecuali kekasihnya.
Wanita itu selalu berkata, “Saya akan menikahimu saat saya bisa melihat.”



Suatu hari, ada orang mendermakan mata kepada wanita itu.
Akhirnya wanita itu dapat melihat. Dengan segera, dia pergi menemui kekasihnya.
Tetapi, ketika dia melihat kekasihnya, dia merasa sungguh terkejut karena kekasihnya juga buta.

Kekasihnya bertanya, “Sudikah kamu menikah denganku sekarang?”
Tanpa sebuah alasan, wanita itu menolak.

Kekasihnya pun tersenyum dan berlalu pergi sambil berkata.
“Tolong jaga mata saya baik-baik…”