Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

Belajar Gitar bareng Giselle -,-‘


Lagi blank, otak susah buat dibawa serius. Ambil gitar, buka buku music, petik senar. Ngasah lmu baru yang gue pelajari kira-kira sebulan yang lalu. Pilih lagu mellow yang lagi nge-hits. Pas pula dihati, heu. Cekidot..
Last Child – Seluruh Nafas Ini [Feat Giselle]

Intro: C G Am G F
Am                  F
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
C                       G
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Am                 F
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
C                     G
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Em      F          G
Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Em       F          G
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Rabu, 02 Mei 2012

Dialog Dua Anak Kos Dodol ^,^


Malam itu, gue lagi maen ke kosan temen-temen gue. kosan itu terletak di jalan prambanan, perumahan bumi bekasi baru. Sebuah bangunan ruko dua lantai. Lantai pertama dipake buat tempat usaha, dan lantai kedua sebagai kontrakan. Di lantai itulah tempat kosan bocah-bocah itu. Ada dua kamar yang dihuni sama temen-temen gue dari berbagai fakultas tapi tetep satu kampus dengan gue.
Kebetulan pada saat itu Rian, temen gue satu fakutas lagi pengen ngobrol sama gue. dan seperti biasa kita menuju ke lantai tiga. sebuah lantai terbuka yang biasa dipakai buat jemur pakaian. Gak ada siapa-siapa disitu. Biasanya ada mas-mas tukang bangunan juga yang lagi ngadem disini. Diatas sini udaranya memang lumayan segar. Angin bertiup sepoi-sepoi, bulan yang hampir purnama menemani kami dimalam keren itu. Bintang bertebaran menghiasi langit malam kota Bekasi. Sesekali gemuruh mesin jet terdengar di kejauhan dengan  Kerlipan lampu pesawat yang melesat diatas sana. Secangkir kopi susu dan sebungkus kacang kulit setia temani kita.
Kami pun mengobrol kesana kemari. Mencoba menemukan arti dari kepingan kejadian yang kami alami. Mencari jawaban atas pertanyaan yang ada dalam hati. Maka timbulah percakapan yang konyol, sok pinter dan seadanya dari mulut kita berdua.
Gue berbaring diatas karpet yang kita bawa dari kamar. Dengan terlentang menatap hitamnya langit dan taburan bintang kemerlap. Terlantunlah syair indah..
‘Hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku..’

Rian: di, menurut lu..apa yang membuat seorang cowo harus memutuskan untuk mencintai seorang cewe?, menjatuhkan cintanya pada sebuah hati?
Gue: haha, tumben lu nanya kaya gitu?, falling in love  nih??
Rian: yey,  gue pengen nanya aja. Menurut lu gimana?

Minggu, 15 April 2012

Jasminus Sambac

Halo semuanya. Emh, seperti biasa kalo gue lagi insomnia biasanya gak bisa tidur. (semuanya juga tau dodol!), eh maksudnya suka dapet inspirasi gitu,  gak tau datengnya dari mana. eng..  apa tadi ya, lupa kan ah. Oia!, gue mau ngebahas tentang…. Emh…. Kasih tau gak yaaa… (udah ketularan virus 4L4y kayaknya..) heu.

Tadi pagi gue jogging keliling komlpek perum bumi bekasi baru utara. Dijalanan gue ngeliat ada bunga melati yang baru mekar. Secara  refleks gue langsung petik bunga lambang kesucian itu. Masih ada butiran tetes embun yang menempel dikelopaknya. Gue menciumnya. Dan seketika itu memori gue membawa diri gue kembali ke masa lalu. 18-19 tahun silam.
Dulu waktu kecil kira-kira umur 4 tahunan gue sering nginep di rumah nenek gue. gue emang deket sama nenek gue. nenek tinggal sendiri dirumahnya. Kakek gue udah lama meninggal. Gue pun belum sempat melihat wajahnya. Kakek gue dulunya seorang guru agama dan nenek gue setia mendampinginya sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga. Nenek gue punya 7 anak. 6 cewek dan 1 cowok. Ibu gue adalah anak ke 4. Rumah nenek sendiri nggak jauh dari rumah gue.

Rabu, 21 Maret 2012

Keberhasilan-keberhasilan yang Tertunda

Gue nulis postingan ini Gue waktu lagi di kampung halaman. Liburan udah selesai. Tapi gue udah nggak ada kuliah lagi, jadi gue putusin untuk istirahat dulu, sambil refresh otak, pikiran dan hati. Setelah kegagalan demi kegagalan yang gue alami beberapa waktu yang lalu di perantauan, gue emang jadi stress. Kegagalan apa aja yang gue alami, berikut kisahnya..
Diawali dengan gagalnya proses skripsi gue karena obyek penelitian yang akan gue teliti yaitu Dinas Tata Ruang Kota Bekasi ternyata telah berganti nama menjadi Dinas Tata Kota, struktur, serta tugas pokok dan fungsinya pun berubah. Hal itu berimbas pada hilangnya focus kajian dan penelitian gue dalam instansi tersebut yaitu Bidang Pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau. Akhirnya gue harus kehilangan judul skripsi tersebut. Tapi gue belum bisa berpindah kelain judul.
Kemudian kegagalan gue yang kedua yaitu gagal dalam mempertahankan hubungan gue dengan seseorang yang sangat gue cintai. Gue putus cinta. Itu akibat kesalahan gue yang gak bisa menjaganya dengan baik, gak bisa memberikan kebahagiaan yang didambakan setiap pasangan, serta gak bisa meyakinkan bahwa gue bersungguh-sungguh mencintainya. Dan dialah satu-satunya yang gue sayangi. Mungkin dia terlampau jenuh dengan sikap gue yang terlalu cuek dan kurang perhatian, akhirnya dia berpindah kelain hati, dan memutuskan gue. Gue menggalau, kegalauan yang luar biasa. Hal ini yang belum pernah gue alami sebelumnya. Yang pasti gue udah maafin segala kesalahannya walaupun itu berat. Namun yang lebih berat lagi  ialah memaafkan diri gue sendiri. Mengobati penyesalan gue. Itu yang masih gue coba sampai sekarang.
Selanjutnya kegagalan gue yang ketiga, nilai UAS gue jeblok. Ancur. Gue harus menelan pil pahit untuk yang kedua kalinya di mata kuliah yang sama. Statistic sosial. Padahal mata kuliah ini udah gue ambil di semester tiga, gue dapet nilai E. itu parah. Nilai E sama artinya dengan nggak pernah masuk kuliah, gak pernah bikin tugas, gak pernah ikut UTS dan UAS. Padahal gue ikuti semua prosedur perkuliahan sebagai mana mestinya seperti anak-anak yang lain. mungkin ada human error yang gak disengaja.

Photography in my eyes



Salah satu hobi gue yang membuat gue senang menjalani hidup ini adalah photografi. Gue sangat mencintai dunia potret memotret. Buat gue, photografi adalah sebuah apresiasi kekaguman kita terhadap suatu objek. Baik itu objek berupa benda mati, benda hidup, maupun kolaborasi diantara mereka.  Photografi juga sebuah karya seni yang memiliki nilai keindahan tersendiri. Melalui photografi kita juga dapat menyampaikan pesan yang tersirat didalammya. Selain itu photografi dapat berguna sebagai rekaman momen-momen kita yang telah kita lewati dalam hidup. Suatu rekaman jejak kehidupan yang akan kita kenang suatu saat kelak.

Gue gak tahu persis sejak kapan gue mulai jatuh cinta dengan dunia ini. yang pasti dulu gue nggak bisa dan nggak mau dengan yang namanya kegiatan berfoto. Pernah suatu ketika gue diminta untuk memotret teman-teman gue di pondok dengan kamera konvensionalyang masih menggunakan negative film sebagai media penyimpannya, dan hasilnya sangat mengecewakan. Temen-temen gue pada kecewa. Mungkin sejak saat itu muncul dalam diri gue untuk belajar photografi biar nggak ngecewain temen-temen gue lagi.

Setahun setelah kejadian itu gue udah selesai mondok dan kembali ke rumah. Kebetulan bokap gue punya sebuah kamera yang juga masih jadul. Gue mulai belajar dengan kamera itu. Ternyata memotret objek itu gak semudah apa yang gue pikirkan. Tapi juga gak susah-susah amat.  Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk belajar, ketelitian dan penjiwaan.

Beberapa bulan kemudian bokap gue membeli sebuah kamera digital merk Rollei tipe Da. Prego 6325. Kamera digital dengan 6.0 megapixel warna hitam keluaran pabrikan Jerman. Awalnya gue sangsi terhadap kemampuan kamera ini karena gue baru mendengar kamera dengan merk Rollei. Biasanya yang gue tau merk bagus itu Canon, Nikon, sony, atau merk alat elektronik terkenal lainnya. Tapi setelah gue mulai mencoba dan memakainya, ternyata bagus juga hasilnya. Pengaturannya pun nggak terlalu rumit dan manja seperti kamera-kamera ber merk hebat yang lainnya yang pernah gue coba. Mulai saat itu gue jadi sering foto-foto.

Sabtu, 18 Februari 2012

It's Me..


Saya bukan seorang kompetitor. Saya tidak mengejar kemenangan. saya hanya ingin berarti untuk orang lain. hanya berharap dapat berguna bagi sesama. memberikan kebahagiaan pada semua. saya pikir mungkin inilah saatnya saya melihat senyuman diwajah orang tua saya. Dengan cara ini. hal terkecil yang bisa saya lakukan untuk mereka. walaupun sulit bahkan mustahil untuk berkompetisi dengan Kawan saya yang dianugerahi otak yang brilliant. Pikiran yang cemerlang. Seorang mahasiswa pemegang beasiswa fullbright. Terlahir untuk menjadi seorang pemenang. Menjalani hari dengan kekayaan intelektual. Kepercayaan diri yang mengudara. Langkah kaki yang mendentum bumi. Senyuman yang menghipnotis waktu.Tutur katanya bak mutiara. Kepribadian dan prinsip sekokoh Himalaya. Setidaknya saya sudah mencoba. Tapi jika ini bukan saatnya untuk orang tua saya, mungkin suatu saat nanti. Maafin adi mah, pa.. 

Kamis, 19 Januari 2012

Rindu- Agnes Monica

Senin, 09 Januari 2012

TENGGELAMNYA MENTARI DI PULOMANUK


Termenung ku duduk beralaskan pasir putih nan lembut, pandangan mataku tertuju ke suatu titik dimana laut dan langit bersatu.. sang surya berwarna jingga hanya tinggal separuhnya saja diatas garis antara laut dan langit yang tak lagi berwarna biru, seakan berat untuk meninggalkan ku sendiri dan tenggelam. Seonggok karang besar kokoh berdiri menantang badai, memecah gelombang laut selatan nan ganas, membuyarkannya menjadi titik –titik air berwarna putih berhamburan ke angkasa. Gulungan ombak saling berlarian berkejar-kejaran, berlomba untuk tiba dibibir pantai, menyentuh pasir yang masih rerasa hangat. Perahu nelayan dengan jala-jala usangnya perlahan merapat ke tepian pantai yang disambut segerombolan bocah pesisir bertelanjang badan, hitam dan kumal yang menyongsong kedatangannya, berebut mendorong perahu itu ke tepi pantai demi seekor atau dua ekor ikan tembang kurus dari sang nelayan yang telah berjuang menaklukan samudera untuk sesuap nasi bagi anak istrinya. Sepasang kekasih yang tadi duduk berdampingan diatas batu karang di tepi muara menikmati indahnya sunset telah beranjak hendak meninggalkan sejuta pesona pantai ini. Daun-daun nyiur dengan sangat terpaksa berlambaian entah kepada sang surya yang sebentar lagi terbenam ataukah pada sepasang kekasih yang akan meninggalkan tempat ini. Aku masih terdiam disini, masih terdapat sedikit perasaan itu, bayangannya, senyumnya, dan perhatiannya padaku. Ku ingin menyaksikan mentari yang setia menerangi hari-hari ku itu tenggelam tinnggalkan aku disini. Kuharap dengan tenggelamnya mentari semua perasaan itu juga ikut sirna. Selamat tinggal matahariku. Terima kasih atas semua cahaya yang kau berikan padaku. Tinggalkanlah aku sendiri, walau ku tahu kegelapan akan segera menyelimutiku. Biarkanlah kini kunanti datangnya sang rembulan yang mungkin kan damaikan hati, terangiku dikala gelapnya malam, atau mentari baru yang kan muncul dibalik pagi yang dingin.

Pulomanuk, 20 Desember 2009

Minggu, 08 Januari 2012

Lirik Lagu Judika Bukan Dia Tapi Aku Lyrics


berulang kali kau menyakiti
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

repeat *
reff:
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

cintaku lebih besar darinya
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku

begitu burukkah ini
hingga ku harus mengalah

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)

Lirik Lagu Judika - Aku Yang Tersakiti Lyrics


pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia