Minggu, 12 Februari 2012

Mahasiswa Indonesia.


Helo epribadih. How are you, apa kabar, kumaha damang, piye kabare, ba’a kaba????
Sebenernya gue lagi bĂȘte. Gak mood ngapa-ngapain. mau tidur gak ngantuk, mau makan, gak laper. Liat laptop nganggur, gue nyalain, klik Ms. Word, mencet-mencet keyboard dan inilah yang terjadi:
Kalo ditanya tentang profesi gue sekarang, gue akan jawab; gue seorang mahasiswa. Bangga banget gue jadi salah satu manusia yang beruntung bisa merasakan bangku kuliah. Nggak semua orang bisa seberuntung ini. sebenarnya apa sih mahasiswa itu?, maka dari itu gue akan membahas itu. Cekidot..
Sepengetahuan gue, mahasiswa adalah orang yang sedang menuntut ilmu disebuah universitas, Institut, sekolah tinggi, dan sebagainya. Biasanya setelah mereka menyelesaikan Sekolah Menengah Atas ataupun Kejuruan. Manusia-manusia ini biasanya disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Mereka menjalani perkuliahan itu untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan mereka tentang suatu program studi yang akan ditekuninya. Kegiatan perkuliahan tersebut juga merupakan sebuah proses yang harus dijalani semua mahasiswa untuk mendapatakn gelar atau title sarjana.


Terdapat beberapa spesies mahasiswa di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.         Kupu-Kupu
Mahasiswa jenis ini sangat antusias pergi ke kampus demi menuntut ilmu dari dosen dengan harapan mendapatkan nilai yang bagus, IP tinggi dan lulus dengan cepat. Spesies ini biasanya punya sedikit teman di kampus, lebih individualis, tapi memang pinter. Kegiatan mereka dikampus hanya satu; kuliah. Setelah mengikuti perkuliahan, mereka langsung pulang. Maklum, harus belajar lagi mata kuliah yang baru diberikan dosen, atau mengerjakan tugas kalau ada. Makanya disebut kupu-kupu alias Kuliah-Pulang-Kuliah-Pulang.

2.         Kunang-Kunang
Agak hampir sama dengan spesies pertama tadi, spesies  ini juga biasanya rajin datang ke kampus walaupun tidak se rajin si kupu-kupu. Mereka mempunyai banyak kawan di kampus.

Selasa, 07 Februari 2012

The Art of Giving



Hai sob, malam ini gue bener-bener gak bisa tidur. Padahal tumben di kosan gue gak ada nyamuk. Galau?, iya sih, tapi Nampaknya bukan itu alasan utamanya. Gue kelebihan kafein. Ya, setelah melahap satu setengah cangkir kopi, kafein tersebut  mengambil alih reseptor adenosin dalam sel saraf gue. Seperti ada dua medan magnet dengan kutub yang sama di kedua kelopak mata gue sehingga saling tolak menolak.

Let’s talk about giving. Memberi adalah hal yang hampir semua orang bisa melakukannya. Apapun itu yang mungkin bisa berguna bagi orang lain dan kita punya kita bisa memberinya. Banyak orang beranggapan bahwa dirinya sedang kesulitan dan gak bisa memberi, namun gak ada yang gak bisa diberikan seseorang kepada orang lain. Sesederhananya sebuah pemberian adalah senyuman. Simple banget kan?, tapi efeknya luar biasa. Ada pepatah mengatakan senyum itu jendelanya hati. Tentunya dengan senyuman yang tulus, dan timming yang tepat. Jangan kelamaan senyum apalagi senyum-senyum sendiri gak jelas, nanti malah diseret ke panti rehabilitasi.

Next, kalau kita punya rejeki lebih kita bisa berbagi dengan yang lain yang sedang membutuhkan. Gak usah banyak-banyak karena bukan jumlahnya yang penting tapi ketulusan dan keiklasan hati lah yang utama. Kadang gue heran dengan sebagian orang yang sering ngasih sumbangan atau sedekah di mesjid-mesjid tapi disekitarnya banyak orang yang kekurangan. Menurut gue itu sama aja dengan mau pup ke kamar mandi tapi naik mobil dulu ke bandara, naik pesawat ke Washington, dan puang hajat di sana, abis itu balik lagi. Analogi yang aneh sih, ya begitulah.

Jangan pernah berpikir dengan memberi dan berbagi, harta kita berkurang. Ingat rejeki udah ada yang ngatur. Orang yang takut kehilangan kalo memberi, adalah orang yang nggak percaya kalo ada Sang Maha Adil yang mengatur rejeki semua orang. Harta yang kita kasih gak bakalan kemana, justru bakalan balik lagi bahkan bertambah, percaya itu. Sebenarnya harta yang kita punya itu bukan milik kita kecuali baju yang udah usang dan gak kepake lagi, duit yang udah  abis dipake, dan makanan yang udah dicerna dan menjadi feses. (Hiiyy..), jadi sebenernya kalo ada orang yang membutuhkan sama aja dia menuntut haknya yang ada di kita. Lagi pula Tuhan udah ngatur rejeki, jodoh dan takdir semua makhluknya didunia.  Bahkan seekor burung yang terbang mencari makan pagi buta dia akan kembali kesarangnya sore hari dengan keadaan kenyang.

Banyak pengalaman pribadi yang gue rasakan dengan memberi dan berbagi. Salah satunya yang gue alami sekitar tiga bulan yang lalu.

Senin, 30 Januari 2012

Beyond Competition

Gue tertegun saat membaca status gue di facebook yang bunyinya ” bukan masalah menang atau kalah, yang penting adalah sportifitas, perjuangan,  kebersamaan, dan canda tawa kalian kawan”.

Status itu gue tulis saat tim Futsal Hima jurusan gue gagal melaju ke babak perempat final kompetisi Adm UI cup yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Indonesia. Acara tersebut berlangsung pada tanggal 24 sampai 28 Januari 2012 di GOR Ciracas Jakarta Timur. Terdapat 12  tim dari berbagai Perguruan Tinggi di pulau Jawa yang mengikuti turnamen tersebut. Dalam turnamen tersebut kita dikalahkan oleh Unsoed 1-7 dan Undip 0-8. Nyesek juga sih menyadari hal tersebut. Tapi dari kejadian itu semua kita mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga dan hikmah yang bisa kita jadikan  pelajaran dikemudian hari.

Perjalanan kita menuju turnamen itu pun sangat berat dan penuh dengan halangan juga rintangan. Mulai dari persiapan skuad tim yang mendadak, kepanitiaan yang kurang koordinasi, dana yang minim juga situasi dan kondisi lain yang tidak diharapkan yang hampir menggagalkan impian kita. Tapi dengan tekad dan kemauan keras juga kerjasama dari semua anggota Himawan akhirnya tercapai juga impian kami untuk tampil di pentas olahraga antar Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara se Jawa-Bali tersebut. kalo kata Agung; 'yang penting Unisma tertera di papan skor'. 

Dengan adanya kegiatan itu juga kami Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Unisma Bekasi menjadi tambah solid, kompak, loyal dan komitmen dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan jurusan kami tercinta ini. terimakasih kawan-kawan semua atas partisipasinya, telah mengorbankan waktu, biaya, tenaga dan pikirannya demi HIMAWAN. Tak lupa kami ucapkan terimakasih  kepada seluruh pihak yang turut mendukung kami baik yang langsung maupun yang tidak langsung .

Tiada yang sia-sia dari sebuah perjuangan. Jangan patah semangat, terus bermimpi, berikan yang terbaik.  Salam Negarawan!







Kamis, 19 Januari 2012

Rindu- Agnes Monica

Senin, 09 Januari 2012

OMBUDSMAN RI DAN MULTISTAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

A.   Kualitas Pelayanan Publik di Indonesia
Kualitas pelayanan publik di Indonesia sampai sekarang ini masih menjadi sebuah ironi yang belum jua terselesaikan. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan sudah merupakan hal yang biasa di negeri ini tak ubahnya kebiasaan makan nasi. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pelayanan publik di Indonesia menjadi sebuah kesempatan emas bagi para biroktrat untuk menghisap habis apa yang mereka butuhkan dari masyarakat. Para pelayan publik atau bitokrat bukan lagi menjadi pamong praja sebagai pelayan masyarakat tapi justru menjadi pangreh praja yang minta dilayani masyarakat. Tentu saja jika keadaan ini di biarakan terus menerus birokrasi bukan saja dapat menghambat laju demokratisasi tapi juga menjadi sarang korupsi. Maka dari itu peningkatan kualitas pelayanan publik di negeri ini menjadi sebuah keharusan yang tak dapat ditawar lagi demi keberlangsungan Negara Indonesia dan tercapainya tujuan-tujuan Negara.

B.   Birokrasi dan Peran Masyarakat
Kebobrokan moral birokrat sudah menjadi rahasia umum di Indonesia sampai detik ini. Tingkat kebobrokannya sudah menjadikan sebagian kalangan masyarakat merasa mati rasa terhadap pelayanan publik. Baginya keberadaan dan ketidak berdaan pemerintah sudah tidak ada bedanya lagi. Pelayanan publik yang baik sudah merupakan barang langka dan mahal bagi masyarakat. Melihat hal tersebut mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan publik yang baik dan bersih sudah menjadi suatu keharusan demi tercapainya tujuan Negara. Dalam implementasinya pemerintah perlu dukungan dan pengawasan dari para stakeholder dalam hal ini masyarakat sebagai costumer juga sebagai pengawal terhadap jalannya roda pemerintahan karena dalam demokrasi kekuasaan dipegang oleh rakyat dan untuk rakyat.
Fungsi controlling masyarakat tersebut telah di dukung oleh pemerintah dengan Membentuk lembaga independen yang berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara termasuk BUMN, BUMD, BHMN, lembaga kementrian dan departemen, instansi pemerintah, serta lembaga swasta yang menyelenggarakan pelayanan publik yang sebagian atau seluruh anggarannya dibiayai oleh Negara. Lembaga tersebut diresmikan pada tanggal 9 september 2008 berdasarkan Undang-Undang nomor 37 tahun 2008. Lembaga tersebut bernama Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

C.   ORI dan Optimalisasi Jumlah Pelaporan Masyarakat
ORI berwenang untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara dan instansi pemerintahan terhadap dugaan  praktek Maladministrasi (kesalahan administrasi) Yaitu meliputi keputusan-keputusan atau tindakan pejabat publik yang ganjil (inappropriate), menyimpang (deviate), sewenang-wenang (arbitrary), melanggar ketentuan (irregular/illegitimate), penyalahgunaan kekuasaan (abuses of power), keterlambatan yang tidak perlu (undue delay) atau pelanggaran kepatutan (equity). ORI bekerja antara lain berdasarkan  laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi yang terjadi pada pelayanan publik, mengidentifikasi dan menindak kasus yang terbukti kebenarannya dengan hasil akhir dapat berupa teguran, sanksi bagi aparat yang bersalah sampai pada pemberhentian berdasarkan keputusan instansi tersebut. Selain itu ORI juga dapat melakukan penyelidikan atas prakarsa sendiri.

TENGGELAMNYA MENTARI DI PULOMANUK


Termenung ku duduk beralaskan pasir putih nan lembut, pandangan mataku tertuju ke suatu titik dimana laut dan langit bersatu.. sang surya berwarna jingga hanya tinggal separuhnya saja diatas garis antara laut dan langit yang tak lagi berwarna biru, seakan berat untuk meninggalkan ku sendiri dan tenggelam. Seonggok karang besar kokoh berdiri menantang badai, memecah gelombang laut selatan nan ganas, membuyarkannya menjadi titik –titik air berwarna putih berhamburan ke angkasa. Gulungan ombak saling berlarian berkejar-kejaran, berlomba untuk tiba dibibir pantai, menyentuh pasir yang masih rerasa hangat. Perahu nelayan dengan jala-jala usangnya perlahan merapat ke tepian pantai yang disambut segerombolan bocah pesisir bertelanjang badan, hitam dan kumal yang menyongsong kedatangannya, berebut mendorong perahu itu ke tepi pantai demi seekor atau dua ekor ikan tembang kurus dari sang nelayan yang telah berjuang menaklukan samudera untuk sesuap nasi bagi anak istrinya. Sepasang kekasih yang tadi duduk berdampingan diatas batu karang di tepi muara menikmati indahnya sunset telah beranjak hendak meninggalkan sejuta pesona pantai ini. Daun-daun nyiur dengan sangat terpaksa berlambaian entah kepada sang surya yang sebentar lagi terbenam ataukah pada sepasang kekasih yang akan meninggalkan tempat ini. Aku masih terdiam disini, masih terdapat sedikit perasaan itu, bayangannya, senyumnya, dan perhatiannya padaku. Ku ingin menyaksikan mentari yang setia menerangi hari-hari ku itu tenggelam tinnggalkan aku disini. Kuharap dengan tenggelamnya mentari semua perasaan itu juga ikut sirna. Selamat tinggal matahariku. Terima kasih atas semua cahaya yang kau berikan padaku. Tinggalkanlah aku sendiri, walau ku tahu kegelapan akan segera menyelimutiku. Biarkanlah kini kunanti datangnya sang rembulan yang mungkin kan damaikan hati, terangiku dikala gelapnya malam, atau mentari baru yang kan muncul dibalik pagi yang dingin.

Pulomanuk, 20 Desember 2009

Minggu, 08 Januari 2012

Lirik Lagu Judika Bukan Dia Tapi Aku Lyrics


berulang kali kau menyakiti
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti

* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

repeat *
reff:
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

cintaku lebih besar darinya
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku

begitu burukkah ini
hingga ku harus mengalah

ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku

(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)